Menuju konten utama

Petempur Syiah Yaman Patahkan Serangan Arab Saudi

Petempur kelompok Syiah Yaman, Al-Houthi, telah mematahkan serangan besar yang dilakukan oleh tentara pemerintah Arab Saudi di perlintasan perbatasan Arab yang berada di wilayah Asir di Arab Saudi dan kubu Houthi di Yaman Utara, Saada.

Petempur Syiah Yaman Patahkan Serangan Arab Saudi
Peluru kendali Tentara Militer Yaman menyerang pangkalan Militer Arab Saudi diari Provinsi Asir, Yaman. [Foto/Reuters/Yemen’s Defence Ministry]

tirto.id - Petempur kelompok Syiah Yaman, Al-Houthi, telah mematahkan serangan besar yang dilakukan oleh tentara pemerintah Arab Saudi di perlintasan perbatasan Arab yang berada di wilayah Asir di Arab Saudi dan kubu Houthi di Yaman Utara, Saada.

Seperti dikutip dari Antara, Houthi mengklaim petempur mereka telah menewaskan puluhan prajurit Arab Saudi dalam 24 jam terakhir pertempuran. Meskipun demikian, belum ada laporan tentang korban dari Arab Saudi.

Sementara itu, Pasukan gerilyawan Yaman juga melancarkan serangan rudal Katyusha ke wilayah Arab Saudi di sebelah barat Daerah Dhahran, serta kamp militer Shabaka dan Arabah di wilayah perbatasan Arab Saudi, Asir, demikian lapor kantor berita Saba seperti dilansir oleh Antara, Minggu (18/12/2016).

Secara terpisah, petempur Al-Houthi yang didukung oleh prajurit militer Yaman yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah menembakkan bom artileri dan rudal Katyusha ke kamp militer Arab Saudi, Rakabat Al-Ash, Mustahdath dan Kamp Al-Khadhra di Wilayah Arab Saudi yang bertetangga, Najran, dan tempat pertemuan militer Arab Saudi di sebelah barat pos penyeberangan perbatasan Tiwal di Wilayah Arab Saudi Jizan.

Sementara itu, bentrokan pada Sabtu juga dilaporkan terjadi antara petempur Houthi dan pasukan pemerintah Yaman di pengasingan yang didukung Arab Saudi di beberapa provinsi Yaman termasuk Taiz, Al-Jawf, Marib, Lahj dan di Nehm di bagian timur-laut Ibu Kota Yaman Sana'a, yang dikuasai Al-Houth.

Houthi telah mengincar kota besar perbatasan Arab Saudi sejak awal perang di Yaman pada awal 2015, yang menewaskan ribuan warga sipil dari kedua pihak.

Houthi, yang didukung oleh pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, merebut kekuasaan pada 2014, dan menggulingkan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui masyarakat internasional dan pemerintahnya, yang dituduh korupsi. Tuduhan tersebut dibantah oleh Pemerintah Hadi, yang meminta bantuan militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk memulihkan kekuasaannya.

Baca juga artikel terkait PERANG atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh