Pertumbuhan Kredit Oktober 2020 Terus Anjlok, Kontraksi 0,47%

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 19 November 2020
BI mencatat pertumbuhan kredit semakin melambat pada Oktober 2020. Pertumbuhannya terkontraksi 0,47 persen secara yoy.
tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit semakin melambat pada Oktober 2020 bahkan sudah memasuki zona kontraktif. Pertumbuhannya terkontraksi 0,47 persen secara year on year (yoy). Angka ini memburuk dari posisi terakhir di Q3 2020 yang masih tumbuh 0,12 persen yoy maupun Agustus 2020 1,04 persen yoy.

“Fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih melemah sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan dalam penyaluran kredit akibat berlanjutnya pandemi COVID-19,” ucap Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).

Perry menjelaskan meski pertumbuhan kredit melambat, saat ini risiko di sektor keuangan masih terjaga. Salah satunya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) 3,15 persen (bruto) dan 1,07 persen (netto).

Dalam perkembangan selanjutnya, BI meyakini kondisi intermediasi perbankan akan pulih sejalan dengan perbaikan prospek pemulihan ekonomi nasional. Salah satu contohnya adalah perbaikan kinerja korporasi sejalan dengan peningkatan penjualan dan kemampuan bayar di mayoritas dunia usaha pada triwulan III 2020.

Di sisi lain, tren perekonomian global juga menunjukkan peningkatan. Dengan demikian dapat mendukung pemulihan ekonomi di domestik.

“Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif, dengan senantiasa memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas keuangan lainnya,” ucap Perry.

Menurut Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2020, kredit sebenarnya sudah menunjukkan perbaikan dari jenis penggunaan. Perbaikan terjadi pada jenis investasi dengan pertumbuhan 4,03 persen yoy dan konsumsi 0,75 persen yoy. Kredit yang masih terkontraksi adalah modal kerja. Pertumbuhannya terkontraksi 2,44 persen.

BI per Kamis (19/11/2020) ini pun kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin. Posisinya kini menjadi 3,75 persen lebih rendah dari posisi suku bunga terakhir 4 persen yang sudah berlaku selama Juli-Oktober 2020.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN KREDIT atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight