Menuju konten utama

Pertamina Tambah Dua Direktur Baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/10/2016) memutuskan Pertamina menambah dua jabatan direktur baru yakni Ahmad Bambang sebagai Wakil Direktur Utama dan Rachmat Hardadi sebagai Direktur Megaproject Pengolahan dan Petrokimia.

Pertamina Tambah Dua Direktur Baru
Kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas II saat peresmian penerimaan lifting perdana kargo LPG dari Iran di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (13/10). Kapal memuat LPG sebanyak 44.000 metrik ton (MT) itu dibawa dari Pelabuhan Asaluyeh, Iran dengan menempuh perjalanan sekitar 13 hari. ANTARA FOTO/Zabur Karuru.

tirto.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/10/2016) memutuskan Pertamina menambah dua jabatan direktur baru yakni Ahmad Bambang sebagai Wakil Direktur Utama dan Rachmat Hardadi sebagai Direktur Megaproject Pengolahan dan Petrokimia.

Komisaris Utama PT Pertamina, Tanri Abeng kepada Antara mengatakan, dengan penambahan dua pejabat tersebut maka total direksi PT Pertamina menjadi sembilan orang.

Untuk diketahui, Bambang sebelumnya menjabat sebagai direktur pemasaran PT Pertamina, sedangkan Rachmad Hardadi sebelumnya menjabat direktur pengolahan PT Pertamina.

"Pertamina merupakan perusahaan energi dalam skala besar yang mengelola minyak dan gas dari hulu ke hilir. Jadi pengelolaannya harus secara holistik dan fokus pada bidang eksplorasi dan eksploitasi," kata Abeng.

Khusus Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia yang ditempati Rahmad Hardadi, Abeng menjelaskan, direktorat itu akan menangani proyek skala raksasa.

Setidaknya tambah dia, saat ini Pertamina menangani empat proyek besar refinery yang harus dikerjasamakan untuk meningkatkan kapasitas.

Total investasi ke empat proyek tersebut diperkirakan mencapai 30 miliar dolar AS-40 miliar dolar AS dalam 5-6 tahun ke depan.

Salah satu kilang yang dimaksud yaitu pembangunan kilang Tuban yang sedang dirancang membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan raksasa migas Rusia, Rosneft.

"Sudah seharusnya Pertamina sebagai BUMN terbesar Indonesia harus fokus menangani proyek-proyek besar," ujar dia.

Untuk itu ia berharap, Bambang dan Hardadi dengan pengalaman yang dimiliki mampu menangani tugas yang diberikan pemegang saham untuk mengembangkan Pertamina menuju perusahaan berskala global.

Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Agung DH

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH