Menuju konten utama

Perbandingan Daya Tampung & Persaingan di Teknik Mesin UNIMA vs USU

Perbandingan daya tampung dan tingkat persaingan di Teknik Mesin di UNIMA dan USU bisa jadi pertimbangan para peserta untuk memilih tempat kuliah favorit. Jadwal pendaftaran SBMPTN 2019 sendiri digelar pada 10-24 Juni.

Perbandingan Daya Tampung & Persaingan di Teknik Mesin UNIMA vs USU
Jadwal pendaftaran SBMPTN 2019 digelar pada 10-24 Juni. Peserta bisa melihat tingkat persaingan dan daya tampung prodi di dua kampus berbeda.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jadwal pendaftaran SBMPTN 2019 dimulai pada 10 Juni sampai dengan 24 Juni 2019. Ketentuannya, para peserta hanya dapat memilih paling banyak dua program studi (prodi) dalam satu perguruan tinggi negeri (PTN) atau dua PTN.

Selain itu, pemilihan prodi pertama atau kedua menunjukkan skala prioritas pilihan peserta. Oleh karena itu, sebelum menentukan salah satu prodi tujuan, peserta ada baiknya untuk mengetahui perbandingan daya tampung dan tingkat persaingan ketetatan atau kompetensi di masing-masing prodi.

Sebagai contoh, Prodi Teknik Mesin di Universitas Negeri Manado atau UNIMA memiliki jumlah daya tampung 32. Jumlah peminat pada 2018 mencapai 67 peserta. Tingkat persaingannya mencapai 1:3 pada SBMPTN 2018 lalu.

Untuk Prodi Teknik Mesin di Universitas Sumatera Utara atau USU pada SBMPTN 2019 ini memiliki daya tampung sebanyak 69. Jumlah peminat Prodi Teknik Mesin di USU pada 2018 mencapai 1475 peserta. Sedangkan tingkat persaingan mencapai 1:17.

Sedangkan biaya UKT Teknik Mesin di USU rinciannya adalah: Untuk melihat perbandingan daya tampung dan tingkat kompetisi di prodi-prodi lain dan atau di salah satu universitas tertentu, Tirto menyediakan aplikasi yang dapat membantu calon peserta SBMPTN 2019. Cara menggunakan aplikasi pencarian ini cukup dengan memasukkan nama prodi dan dua kampus yang dituju, lalu klik “cari”.


Baca juga artikel terkait SBMPTN 2019 atau tulisan lainnya dari Ibnu Azis

tirto.id - Pendidikan
Reporter: Ibnu Azis
Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH