Menuju konten utama

Pengertian CCTV: Fungsi, Cara Kerja, dan Apa Saja Bagiannya?

Pengertian CCTV adalah perangkat kamera kecil yang dimanfaatkan untuk pengawasan dan pengamanan. Berikut pengertian, fungsi, cara kerja hingga jenisnya.

Pengertian CCTV: Fungsi, Cara Kerja, dan Apa Saja Bagiannya?
Petugas Dinas Perhubungan Kota Pekalongan memantau arus mudik dan kondisi lalu lintas melalui kamera CCTV di Area Traffic Control System (ATCS) di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (29/4/2022). Adapun pengertian CCTV adalah kamera kecil yang digunakan untuk pengawasan dan pengamanan. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pengertian CCTV merupakan perangkat kamera kecil yang digunakan untuk merekam kejadian di suatu tempat. Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian, fungsi, cara kerja, bagian, dan jenis-jenisnya.

Sebelum membahas lebih rinci tentang pengertian CCTV dan fungsinya, perlu diketahui bahwa perkembangan teknologi memunculkan perangkat mutakhir. Salah satu inovasinya terjadi di bidang keamanan.

Untuk memberikan pengawasan serta keamanan, kamera CCTV bisa merekam kejadian di tempat-tempat umum dan pribadi. Sebut misalnya di halaman rumah, toko, kantor, bank, dan lain-lain.

Pengertian CCTV

Gambar CCTV London

ilustrasi cctv di london.foto/shutterstock

Apa itu CCTV? Dikutip dari laman Paessler, CCTV adalah singkatan dari closed circuit television.

Pengertian CCTV merupakan siaran dan rekaman yang bersifat tertutup. Hal ini menyebabkan sinyal dari CCTV tidak didistribusikan kepada publik, berlainan dengan televisi.

Untuk keperluan rumah pribadi, CCTV digunakan hanya sebagai perekam dan tidak diawasi secara real-time melalui monitor. Kamera CCTV juga biasa ditempatkan di pertokoan, gedung kantor, tempat parkir hingga lalu lintas.

Selama dinyalakan, CCTV menampilkan peristiwa yang terjadi dan jarak pantauannya bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, CCTV sering ditempatkan di sudut atas ruangan dan lebih dari 1 perangkat agar bisa mencakup seluruh ruangan.

Fungsi CCTV

CCTV berfungsi sebagai perangkat keamanan yang bisa mengawasi, menyiarkan, dan merekam kejadian di suatu tempat. Khususnya di Indonesia, penggunaan CCTV paling banyak adalah tempat-tempat umum seperti lalu lintas.

Posisi CCTV di lalu lintas dan tempat umum ini bertujuan untuk merekam dan menyimpan kejadian-kejadian atau pelanggaran. Dengan begitu, proses menegakkan aturan seandainya pelanggaran terjadi memiliki bukti yang valid.

Sementara untuk tujuan dan fungsi pribadi, CCTV digunakan untuk mengawasi dan merekam tindak kejahatan. Sebut misalnya untuk mengawasi perampok dan pencuri di rumah pribadi maupun pertokoan.

Penggunaan CCTV pada umumnya legal, jika dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Namun demikian, ada beberapa tempat yang tidak bisa ditempatkan CCTV seperti kamar hotel.

Cara Kerja CCTV

Bagaimana cara kerja CCTV? CCTV bisa menampilkan tayangan dari kamera yang sudah dipasang di suatu tempat.

Kamera-kamera tersebut kemudian dihubungkan dengan kabel coaxial ke digital video recorder (DVR) yang sudah dipasangkan storage. Adapun storage merupakan alat untuk menyimpan video rekaman.

Kemudian, rekaman dari DVR dihubungkan ke monitor dengan kabel VGA. Kamera-kamera tersebut juga terhubung oleh kabel yang berperan sebagai power supply agar perekaman terus berjalan.

Bagian-Bagian CCTV

Selain pengertian CCTV dan fungsinya, pembaca perlu mengetahui bahwa CCTV memiliki perangkat atau bagian tertentu. Bagian-bagian CCTV mempunyai fungsinya masing-masing sebagai suatu sistem perekaman.

Berikut ini sejumlah bagian-bagian CCTV.

1. Kamera CCTV

Bagian ini sangat penting dalam sistem CCTV. Kamera berfungsi sebagai perangkat yang menangkap gambar maupun rekaman sehingga bisa memantau kejadian di tempat suatu tempat.

2. Digital Video Recorder

Selain kamera, DVR atau digital video recorder termasuk sebagai bagian sistem CCTV. DVR berfungsi untuk merekam apa yang dipantau oleh unit kamera CCTV, kemudian menyalurkannya ke storage.

3. Storage

Dari DVR, berbagai rekaman maupun gambar yang berhasil diperoleh akan dikirimkan ke storage. Bagian ini merupakan perangkat penyimpanan yang berguna untuk menampung data video.

4. Kabel-Kabel CCTV

Kabel-kabel yang diperlukan CCTV antara lain kabel power supply untuk menyalakan kamera, kabel coaxial untuk menghubungkan kamera dengan DVR, serta kabel VGA untuk menghubungkan DVR dengan monitor.

5. Konektor RF

Konektor RF merupakan perangkat yang biasanya terletak di bagian ujung kabel coaxial. Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan kamera CCTV dengan perangkat DVR.

6. Power Supply

Perangkat ini berfungsi untuk mengalirkan daya ke semua perangkat kamera CCTV. Jenis dan merk CCTV biasanya menggunakan tipe power supply yang berbeda satu sama lain.

7. Monitor

Perangkat komputer ini digunakan untuk menonton dan mengawasi siaran CCTV secara langsung. Biasanya, monitor tidak termasuk dalam paket pemasangan CCTV dan pengguna harus membelinya sendiri.

Jenis-Jenis CCTV

Terdapat beberapa jenis CCTV yang perlu diketahui agar pemilihan ketika ingin menggunakannya bisa tepat sasaran. Dilansir dari situs secureitsecurity, jenis-jenis CCTV mencakup daftar berikut.

1. Analog

CCTV analog adalah CCTV konvensional yang paling umum digunakan. Adapun jenis CCTV ini masih menggunakan DVR sebagai perangkat perekamannya.

2. Digital (IP)

CCTV ini adalah inovasi lanjutan dari versi analog. CCTV ini tidak dilengkapi DVR, tetapi memakai NVR (network video recorder) yang bisa memantau siaran kamera CCTV dari mana saja melalui koneksi internet.

3. Simple CCTV

CCTV model ini hanya terdiri dari kamera CCTV, kabel, dan monitor. Power supply didapat dari monitor langsung ke perangkat kamera.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang CCTV dan teknologi-teknologi lainnya? Tirto telah merangkum berbagai informasi tentang teknologi untuk para pengguna perangkat. Pastikan untuk terus mengikuti pembahasan terbaru seputar teknologi di sini.

Kumpulan Informasi Mengenai Teknologi

Baca juga artikel terkait CCTV atau tulisan lainnya dari Muhammad Iqbal Iskandar

tirto.id - Byte
Kontributor: Muhammad Iqbal Iskandar
Penulis: Muhammad Iqbal Iskandar
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Yuda Prinada