Flash News

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022

Reporter: Andrian Pratama Taher - 1 Mei 2022 18:58 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Keputusan 1 Syawal 1443 Hijriah diambil dalam sidang isbat yang dipimpin Menag Yaqut. Ia bersyukur lebaran tahun ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama.
tirto.id - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau hari raya Idulfitri 2022 jatuh pada Senin (2/5/2022). Hal tersebut berdasarkan keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Minggu (1/5/2022).

"Menetapkan 1 syawal 1443 jatuh pada hari Senin 2 Mei 2022 masehi," ujar Yaqut dikutip dari kanal Youtube Kementerian Agama.

Yaqut menuturkan penghitungan dilakukan dengan menggunakan metode hilal dan metode rukyat. Berdasarkan laporan dari pemantauan di 99 titik rukyat, beberapa melaporkan telah melihat hilal.

"Kita berharap Mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat islam di Indonesia dapat merasakan Idul Fitri secara bersama-sama. Semoga ini menjadi cerminan kebersamaan umat islam di Indonesia dan kebersamaan ini mudah-mudahan menjadi wujud dari kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa untuk menatap masa depan bangsa ini lebih baik secara bersama-sama," kata Yaqut.

Sebelumnya, Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama menyampaikan bahwa secara hisab, hilal awal Syawal 1443 Hijriah di Indonesia dimungkinkan berhasil dirukyat pada Minggu (1/5/2022).

Hal ini disebabkan, berdasarkan perhitungan, posisi bulan pada hari ini yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1443 Hijriyah sudah berada dalam Kriteria Baru MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapore).

Penjelasan ini disampaikan Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Cecep Nurwendaya.

"Berdasar hisab Kriteria Baru MABIMS (3-6,4), baik menggunakan elongasi toposentrik maupun geosentrik di Indonesia sudah memenuhi syarat kriteria minimum tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat," ungkap Cecep.

Pakar astronomi ini menjelaskan, 3-6,4 adalah rumusan kriteria baru MABIMS dalam masalah penentuan awal bulan kamariah. Kriteria ini diputuskan pada 8 Desember 2021 dan telah diterapkan pada awal Ramadan 1443 H/2022 M.

Kriteria tersebut menetapkan bahwa awal bulan kamariah dinyatakan masuk dan tiba bila memenuhi parameter ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, disingkat 3-6,4.

Cecep mengungkapkan, pada 29 Ramadan 1443 H yang bertepatan pada 1 Mei 2022, ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang 3,79 derajat sampai 5,56 derajat. "Ini menunjukkan semua daerah telah memenuhi tinggi Kriteria Baru MABIMS," ungkap Cecep.

Sementara, rentang elongasi geosentrik berkisar antara 5,2 derajat sampai dengan 7,2 derajat. "Artinya, sebagian daerah telah memenuhi Kriteria Baru MABIMS. Karena menggunakan konsep wilayatul hukmi, maka bisa dikatakan, di Indonesia sudah memenuhi kriteria," papar Cecep.

Sidang isbat awal Syawal 1443 H dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan digelar secara hibrida. Sidang ini juga dihadiri perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta duta besar negara sahabat.


Baca juga artikel terkait IDULFITRI 2022 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Fahreza Rizky

DarkLight