Pemerintah: PSBB Dihentikan Jika Vaksin Ditemukan

Oleh: Andrian Pratama Taher - 4 Mei 2020
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disebut baru berhenti ketika vaksin corona ditemukan.
tirto.id - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mengatakan, pemerintah tidak akan menghentikan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam waktu dekat. Doni mengatakan, Indonesia kembali normal bila vaksin sudah ditemukan.

"Kapan waktu PSBB berakhir? Menko ekonomi telah ingatkan, sebelum ada vaksin maka kita belum akan aman dari COVID-19. Sehingga otomatis kondisi kita untuk bisa pulih secara semula membutuhkan waktu yang sangat lama," kata Doni usai rapat bersama Presiden Jokowi, Senin (4/5/2020).

Doni juga mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menjalani new normal meski kasus COVID-19 turun. Sebab, Indonesia belum bisa dinyatakan bebas COVID-19 hingga vaksin ditemukan.


"Kalau toh nanti sudah mulai berkurang pun maka kehidupan kita akan dipengaruhi oleh perilaku perilaku yang relatif, ya, menurut kita semua sebenarnya tidak nyaman," ucapnya.

"Kita harus tetap pakai masker, kita tetap harus jaga jarak, kita tetap harus sering cuci tangan, dan kegiatan keluar rumah pun memang harus dilakukan kalau memang penting sekali," Doni menambahkan.

Di saat yang sama, pemerintah juga meminta gugus tugas melaporkan kemungkinan bencana lain, yakni PHK selama pandemi COVID-19 berlangsung.

Saat ini, kata Doni berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, sebanyak 1.032.960 orang telah dirumahkan, 375.165 telah diPHK dan sektor informal yang terdampak sebanyak 314.833, total semuanya 1.722.956 orang.

"Gugus tugas telah melaporkan kepada presiden bahwa mengatasi bencana tak boleh menimbulkan bencana baru. Oleh karenanya upaya kita semua untuk bisa mencegah masyarakat tidak terpapar covid tetapi juga menjaga warga masyarakat tidak terpapar karena diPHK," pungkas Doni.


Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Hendra Friana
DarkLight