tirto.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, belum dapat memastikan bentuk bantuan pemerintah untuk penanganan kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, sampai saat ini pemerintah masih membutuhkan verifikasi data kerusakan di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan terhadap kawasan adat tersebut.
"Ini saya kira ditanyakan kepada pihak yang berwenang, kepada otoritas karena tentunya membutuhkan verifikasi data di lapangan. Mungkin proses masih berlangsung karena perlu banyak yang dicek data-data di lapangan," kata Qodari kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).
Selain itu, Qodari juga belum dapat memastikan apakah pemerintah akan memberikan bantuan untuk proses rekonstruksi kawasan yang terdampak kebakaran.
Saat ditanya mengenai kemungkinan bantuan rekonstruksi, Qodari mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Nanti saya cek dulu kepada pemerintah daerah maupun kepada pemerintah pusat," kata dia.
Menurut Qodari, proses verifikasi diperlukan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan bentuk penanganan yang sesuai terhadap dampak kebakaran di Desa Adat Sade.
Kebakaran sebelumnya melanda Desa Adat Sade, salah satu kawasan wisata budaya di Lombok Tengah pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, pemerintah belum melakukan pembahasan secara rinci mengenai skema rekonstruksi lantaran kebakaran baru terjadi beberapa hari lalu.
"Kebakarannya baru kemarin, dua hari yang lalu," ujar dia, di Kantornya, Senin (24/8/2026).
Selain kebutuhan rekonstruksi, pemerintah juga belum menetapkan bentuk stimulus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pemberian stimulus, Airlangga mengatakan pemerintah akan membahasnya terlebih dahulu bersama kementerian teknis.
"Iya nanti dibahas dengan kementerian teknis," kata dia.
Airlangga juga menegaskan bantuan untuk rehabilitasiDesa Sadetidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut dia, KUR merupakan instrumen pembiayaan usaha sehingga tidak tepat digunakan untuk kebutuhan rehabilitasi akibat kebakaran.
"Kalau rehabilitasi kan bukan KUR ya. Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda," ujarnya.
Dia mengatakan bentuk bantuan rehabilitasi tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Menteri Keuangan.
"Iya nanti akan dibahas dengan Menteri Keuangan," kata Airlangga.
Sebelumnya diberitakan, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA, si jago merah dilaporkan melahap habis ratusan rumah didesawisata itu, membuat lebih dari 300 warga terdampak. Insiden ini digambarkan telah memicu kerugian besar bagi masyarakat adat setempat.
Setelah membesar dengan cepat, api kemudian merembet, membuat 150 rumah terbakar. Nahas, 89 di antaranya adalah rumah adat Suku Sasak yang sarat sejarah. Tak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu. Namun, ratusan warga kini terpaksa mengungsi karena rumahnya hangus dibakar api.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































