Menuju konten utama

Kebakaran Hanguskan 40 Bangunan di Duren Sawit Jaktim

Tak ada korban jiwa akibat kebakaran ini, namun sekitar 84 jiwa yang tinggal di kawasan itu terdampak.

Kebakaran Hanguskan 40 Bangunan di Duren Sawit Jaktim
Foto udara kebakaran rumah semi permanen dan permanen di Komplek Ikip, Duren Sawit, Jakarta, Selasa (25/8/2026). Menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) 004 sebanyak 18 mobil Sudin Gulkarmat dengan 90 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran yang menghanguskan 40 rumah permanen dan semi permanen pada pukul 09.20 WIB. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Pendidikan Raya VI, Duren Sawit, Jakarta Timur, dan menghanguskan sebanyak 40 bangunan.

"Yang terdampak ada 40 bangunan, 39 rumah semi permanen (rumah bedeng) dan satu rumah permanen utuh, rumah warga," kata Ketua RT 04/RW 14, Dwi, saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengerahkan sebanyak 90 personel untuk memadamkan kebakaran tersebut.

"Kami mengerahkan 18 unit dengan kekuatan personel sebanyak 90 untuk memadamkan kebakaran objek rumah di Jalan Pendidikan Raya VI, Duren Sawit," kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, saat dikonfirmasi di Jakarta.

Abdul menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran dari salah satu warga yang melapor datang ke posko Gulkarmat dan menghubungi call center sekitar pukul 10.14 WIB.

Petugas langsung menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api yang melanda rumah tinggal tersebut.

Petugas pertama meluncur pada pukul 10.18 WIB dengan satu unit kendaraan pemadam. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 10.19.

"Petugas langsung berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran merambat ke bangunan di sekitar lokasi," ucap Abdul.

Api berhasil dilokalisir pada pukul 11.15 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan mulai pukul 11.45 WIB.

"Situasi dan status kebakaran saat ini proses pendinginan (kuning)," ujar Abdul.

Belum diketahui penyebab pasti pemicu kebakaran ini. Petugas juga masih melakukan pendataan total kerugian.

Dwi menyebut tak ada korban jiwa akibat kebakaran ini, namun sekitar 84 jiwa terdampak.

Menurutnya, rumah warganya yang menjadi pemicu kebakaran dalam kondisi kosong.

"Jadi rumahnya itu memang kosong, itu warga saya, tidak ada yang menghuni," ujar Dwi.

Sementara itu, seorang warga sekaligus saksi mata, Baskoro, mengatakan bangunan yang berada di kawasan tersebut sebagian merupakan bangunan semi permanen. Menurut dia, aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan sebelumnya beberapa kali terjadi di sekitar lokasi.

"Ini rumah semi permanen, sebetulnya secara hukum ilegal. Sudah berapa kali suka bakar sampah sembarangan," kata Baskoro.

Salah satu rumah yang terbakar diketahui merupakan rumah tinggal yang saat kejadian dalam kondisi kosong. Menurut keterangan pemilik rumah yang diterimanya, aliran listrik pada bangunan tersebut sedang dalam kondisi mati karena tidak ada penghuni di rumah.

"Kalau satu ini yang terbakar rumah tinggal, posisinya kata pemilik rumah ini listriknya kondisi mati karena memang tidak ada orang," ujar Baskoro.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi