Menuju konten utama

Mengenal Desa Sade NTB, Kampung Adat Sasak yang Terbakar

Desa Sade di Lombok, NTB, terbakar dan menghanguskan 150 rumah, termasuk 89 rumah adat Sasak. Simak sejarah dan tradisi kampung adat ini.

Mengenal Desa Sade NTB, Kampung Adat Sasak yang Terbakar
Desa Sade. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam. Si jago merah dilaporkan melahap habis ratusan rumah di desa wisata itu, membuat lebih dari 300 warga terdampak. Insiden ini digambarkan telah memicu kerugian besar bagi masyarakat adat setempat.

Kebakaran tersebut sebelumnya disebut terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Semula api berkobar di salah satu rumah di desa tersebut.

Setelah membesar dengan cepat, api kemudian merembet, membuat 150 rumah terbakar. Nahas, 89 di antaranya adalah rumah adat Suku Sasak yang sarat sejarah.

Tak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu. Namun, ratusan warga kini terpaksa mengungsi karena rumahnya hangus dibakar api.

Kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga setempat karena tak sedikit yang telah tertidur ketika kebakaran terjadi. Banyak warga yang dibuat kaget dan panik lantaran terbangung saat si jago merah membesar dan melahap bangunan satu demi satu.

Meski tak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kebakaran yang terjadi pada Sabtu tersebut menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat adat setempat. Hal ini lantaran naskah lontar kuno yang mereka jaga selama ini ikut terbakar.

Naskah Lontar Rengganis merupakan harta warisan budaya Suku Sasak di Lombok. Secara turun temurun, naskah tersebut telah digunakan masyarakat setempat sebagai pedoman tata perilaku. Tak ada catatan pasti tentang umur lontar tersebut, namun diperkirakan telah diturunkan selama berpuluh hingga ratusan tahun.

Sayangnya, naskah lontar tersebut termasuk dalam barang yang ikut ludes dibakar api. Sebagian naskah dilaporkan berhasil diselamatkan, namun kebanyakan telah rusak.

Profil Desa Sade NTB, Lokasi Penting Masyarakat Adat Sasak

Desa Sade selama ini dikenal sebagai kampung tertua di Lombok, NTB. Desa ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-14 atau ke-16. Dengan demikian, kampung adat ini telah bertahan dari berbagai arus perubahan zaman selama 500 hingga 600 tahun lamanya.

Hingga kini, kampung tersebut tetap berfungsi sebagai ruang huni bagi penduduk setempat, terutama Suku Sasak yang telah lama mendiaminya.

Berdasarkan alamat yang kini berlaku, Desa Sade terletak di Jalan Raya Praya-Kita, Desa Rembitan, Pujut. Lokasi tersebut tergolong dekat dengan pusat Kota Mataram, hanya berjarak 43 kilometer atau tak lebih satu jam berkendara.

Desa ini memiliki luas sekitar 5,5 hektare dengan ratusan rumah yang berdiri di atasnya. Jumlah seluruh penduduk yang kini tercatat mencapai 700 orang.

Salah satu hal yang membuat Sade terkenal selama ini adalah keunikan arsitektur rumah di sana. Mayoritas bangunan rumah dibuat dari bambu, kayu, bedek, juga ilalang sebagai atapnya.

Masyarakat adat yang tinggal di Sade juga dikenal dengan keahlian mereka dalam menenun. Para pengrajin kain tenun di sana terkenal dengan keuletannya dalam memproduksi kain dengan bahan-bahan alami dan dibuat sendiri.

Kain tenun juga merupakan simbol kehormatan di Kampung Sade. Seorang perempuan Suku Sasak akan dianggap dewasa setelah berhasil menenun kain.

Selain terkenal karena kepiawaian dalam menenun kain, kampung ini juga dikenal karena tradisi pernikahan bernama “merariq”. Tradisi ini melibatkan kebiasaan bagi pihak laki-laki untuk membawa pihak perempuan secara diam-diam dari rumahnya untuk dinikahi.

Desa Sade

Desa Sade. FOTO/iStockphoto

Tradisi itu sempat menjadi kontroversi karena disalahartikan dan memicu angka pernikahan usia anak terjadi. Dalam beberapa kasus, tradisi yang disalahartikan juga memicu praktik kawin paksa.

Meski begitu, keberhasilan masyarakat Suku Sasak merawat Desa Sade dari berbagai perubahan arah zaman selama beratus tahun membuatnya unik. Oleh karenanya pula, sejak 1982, pemerintah menetapkan status kampung ini sebagai desa wisata budaya.

Sejak itu, Desa Sade menjadi salah satu destinasi favorit para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara ketika menyambangi Lombok.

Akan tetapi, insiden kebakaran kerap terjadi di desa ini. Sebelum terbakar pada Sabtu malam lalu, kampung ini telah beberapa kali terbakar.

Hanya saja, skala kebakaran pada Sabtu lalu merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun. Skala kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan pun jadi salah satu yang terbesar bagi masyarakat adat setempat.

Baca juga artikel terkait RUMAH ADAT atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra