Menuju konten utama

Pemerintah Belum Bahas Rekonstruksi Desa Sade usai Kebakaran

Pemerintah beralasan kebakaran di Desa Sade beru terjadi dua hari lalu sehingga belum ada pembahasan rinci terkait skema rekonstruksi.

Pemerintah Belum Bahas Rekonstruksi Desa Sade usai Kebakaran
Personel Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (24/8/2026). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah belum menentukan bentuk bantuan untuk mendukung rekonstruksi Desa Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengalami kebakaran.

"Ya nanti tentu akan dibahas untuk rekonstruksi," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).

Airlangga menjelaskan pemerintah belum melakukan pembahasan secara rinci mengenai skema rekonstruksi lantaran kebakaran baru terjadi dua hari sebelumnya, yakni pada Sabtu (22/8/2026).

"Kebakarannya baru kemarin, dua hari yang lalu," ujarnya.

Selain kebutuhan rekonstruksi, pemerintah juga belum menetapkan bentuk stimulus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pemberian stimulus, Airlangga mengatakan pemerintah akan membahasnya terlebih dahulu bersama kementerian teknis.

"Iya nanti dibahas dengan kementerian teknis," kata dia.

Airlangga juga menegaskan bantuan untuk rehabilitasi Desa Sade tidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut dia, KUR merupakan instrumen pembiayaan usaha sehingga tidak tepat digunakan untuk kebutuhan rehabilitasi akibat kebakaran.

"Kalau rehabilitasi kan bukan KUR ya. Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda," ujarnya.

Dia mengatakan bentuk bantuan rehabilitasi tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Kementerian Keuangan.

"Iya nanti akan dibahas dengan Menteri Keuangan," kata Airlangga.

Sebelumnya diberitakan, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA, si jago merah dilaporkan melahap habis ratusan rumah di desa wisata itu, membuat lebih dari 300 warga terdampak. Insiden ini digambarkan telah memicu kerugian besar bagi masyarakat adat setempat.

Setelah membesar dengan cepat, api kemudian merembet, membuat 150 rumah terbakar. Nahas, 89 di antaranya adalah rumah adat Suku Sasak yang sarat sejarah.

Tak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu. Namun, ratusan warga kini terpaksa mengungsi karena rumahnya hangus dibakar api.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto