Menuju konten utama
Shelter Bukit Duri

Pembangunan Shelter Dibatalkan, Anies: Saya Kecewa dengan Aparat

Anies mengatakan, konsultan yang memenangkan lelang penggarapan shelter, Jakarta Konsultindo, tidak menjalankan tugas dengan sebagaimana mestinya.

Pembangunan Shelter Dibatalkan, Anies: Saya Kecewa dengan Aparat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO/Andrey Gromico

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kecewa terhadap penghapusan anggaran yang menyebabkan dibatalkannya pembangunan shelter sementara untuk warga Bukit Duri korban penggusuran. Ia mengaku memiliki rasa kekecewaan yang sama dengan warga.

"Sama saya juga kecewa, sama aparat yang jalannya enggak benar. Semua bakal dapat teguran dari saya," kata Anies kepada awak media, Kamis (6/9/2018).

Sebelumnya, Koordinator Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi, keberatan atas dihapuskannya anggaran pembangunan shelter di Kampung Bukit Duri, Jakarta Selatan. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari janji kampanye Anies-Sandi dalam Pilkada DKI 2017.

Selain itu, kata dia, penghapusan itu menunjukkan bahwa Pemprov DKI menyepelekan para korban tergusur di era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2016.

"(Shelter) ini baru pra-rencana. Eksistensi warga ada 400-an yang digusur dan menggugat 93 pemilik bidang, itu (di tahap ini) dianggap tidak ada," ujar Sandyawan saat dihubungi, Rabu (5/9/2018).

Terkait hal itu, Anies mengatakan bahwa konsultan yang memenangkan lelang penggarapan shelter, Jakarta Konsultindo, tidak menjalankan tugas dengan sebagaimana mestinya.

"Konsultannya tidak menjalankan tugas dengan benar, konsultannya lebih banyak ngobrol sama Suku Dinas daripada sama warga. Saya juga kecewa, jadi saya membenarkan (kekecewaan itu)," kata Anies.

Selain itu, Anies juga mengaku telah melakukan rapat untuk membahas hal tersebut kendati hasil dari evaluasi tersebut tidak diumumkan.

Shelter merupakan tempat tinggal sementara bagi para korban gusuran kampung Bukit Duri. Pembangunannya dilakukan untuk menampung para korban agar tidak perlu membayar uang kontrak di tempat lain yang jauh dari sumber penghasilannya.

Jika shelter telah dibangun, penataan akan dilanjutkan dengan pembangunan kampung yang desainnya telah dibuat oleh warga Bukit Duri yang tergusur.

Baca juga artikel terkait PENGGUSURAN atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto