Menuju konten utama

Pedoman Upacara Peringatan Harlah Pancasila 2025 dan Jadwalnya

Pedoman Harlah Pancasila 1 Juni 2025 telah dikeluarkan BPIP, mencakup tema, logo, hingga susunan acara upacara. Simak pedoman lengkapnya melalui link pdf.

Pedoman Upacara Peringatan Harlah Pancasila 2025 dan Jadwalnya
Siswa Sekolah Dasar menjahit bendera merah putih usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Nyengseret, Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/62023). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.

tirto.id - Hari Lahir (Harlah) Pancasila selalu diperingati setiap 1 Juni, termasuk pada tahun 2025. Upacara peringatan digelar serentak di berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta institusi lain.

Harlah Pancasila juga merupakan salah satu hari libur nasional, sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Libur Pancasila. Kemudian terbaru, juga melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Sejarah Hari Lahir Pancasila memiliki makna penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada 1 Juni 1945, Ir. Sukarno menyampaikan pidato di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dengan memperkenalkan lima prinsip dasar negara, yang kelak dikenal sebagai Pancasila. Momen tersebut menjadi tonggak kelahiran dasar negara Indonesia yang menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara. Selain itu, acara ini juga mengingatkan seluruh warga Indonesia akan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Tema Hari Lahir Pancasila 2025

Tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 adalah “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.” Tema ini menegaskan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang bersatu, berdaulat, dan bermartabat. Melalui tema ini, seluruh elemen bangsa diajak untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan yang berlandaskan ideologi Pancasila.

Peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momen refleksi untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila secara nyata di kehidupan sehari-hari.

Untuk memperkuat semangat peringatan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperbarui pelaksanaan upacara di tingkat pusat serta memperjelas makna filosofis logo peringatan tahun ini.

Logo menampilkan Burung Niskala Hema, yang melambangkan kekuatan, keabadian, dan nilai luhur Pancasila. ‘Niskala’ berarti kokoh dan kuat, sedangkan ‘Hema’ melambangkan emas sebagai simbol keindahan, harga diri, dan kejayaan. Kombinasi ini menggambarkan Pancasila sebagai kekuatan tak kasat mata yang terus menginspirasi bangsa.

BPIP mengajak seluruh masyarakat, mulai dari instansi pemerintah hingga komunitas lokal, untuk menggunakan logo dan tema resmi dalam berbagai kegiatan dan publikasi. Dengan partisipasi luas, peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 diharapkan bukan sekadar ritual, melainkan pemantik semangat kolektif dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan beradab.

Pedoman Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Link Unduhnya

BPIP telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2025 sebagai pedoman resmi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2025.

Pedoman ini bertujuan memastikan seluruh peringatan berjalan tertib dan aman di seluruh Indonesia, termasuk kantor perwakilan di luar negeri.

Upacara tingkat pusat akan berlangsung pada Minggu, 1 Juni 2025, pukul 10.00 WIB di halaman Gedung Pancasila, Jakarta. Presiden, Wakil Presiden, para pimpinan lembaga negara, kementerian, TNI, POLRI, dan tokoh nasional akan hadir dalam acara ini.

Di daerah, BPIP mendorong seluruh instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk melaksanakan upacara bendera secara serentak, menyesuaikan dengan situasi setempat. Hal ini bertujuan memperkuat semangat kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila di berbagai lapisan masyarakat.

Panitia Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 telah dibentuk melalui Keputusan Kepala BPIP Nomor 25 Tahun 2025 tentang Panitia Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Tugas panitia meliputi penyusunan pedoman upacara, penyiapan naskah pidato, serta koordinasi dengan berbagai pihak demi kelancaran rangkaian kegiatan peringatan.

Bagi instansi atau individu yang memerlukan pedoman lengkap, dokumen Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2025 dapat diunduh melalui tautan berikut:

Link unduh pedoman upacara Hari Lahir Pancasila

Dokumen ini berisi tema, logo, susunan acara, dan tata cara pelaksanaan upacara di semua tingkatan. Dengan mengikuti pedoman ini, diharapkan peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 berlangsung khidmat dan mampu memperkuat persatuan bangsa.

Susunan Acara Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025

  • Tahap persiapan pelaksanaan upacara
  • Pasukan upacara menempati lokasi yang telah ditentukan
  • Komandan upacara memasuki lapangan upacara
  • Penyampaian laporan awal
  • Inspektur upacara tiba di lokasi upacara
  • Penghormatan resmi kepada Inspektur upacara
  • Komandan upacara menyampaikan laporan kepada Inspektur upacara
  • Pengibaran bendera Merah Putih
  • Mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur upacara
  • Pembacaan naskah Pancasila
  • Pembacaan bagian Pembukaan dari UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • Penyampaian amanat oleh Inspektur upacara
  • Doa bersama sebagai bagian dari upacara
  • Komandan upacara kembali melaporkan kepada Inspektur upacara
  • Penghormatan kedua kepada Inspektur upacara
  • Inspektur upacara meninggalkan tempat pelaksanaan upacara
  • Perwira upacara menyampaikan laporan akhir kepada Inspektur upacara
  • Upacara dinyatakan selesai

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Edusains
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dicky Setyawan