tirto.id - Panduan pengisian diary Panca Cinta dan contohnya dapat menjadi acuan bagi para guru yang mengikuti pelatihan. Simak langkah-langkahnya.
Kementerian Agama (Kemenag) resmi menggelar pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar.
Dalam pelatihan tersebut, para guru mendapatkan sejumlah materi penting seputar KBC, seperti filosofi pembelajaran, penjelasan panca cinta, hingga implementasi KBC dalam pembelajaran.
Kurikulum KBC mulai diterapkan oleh Kemenag pada tahun 2025. KBC merupakan panduan terintegrasi yang menumbuhkan kesucian jiwa, rasa cinta, serta kasih sayang. Hal itu untuk menciptakan manusia yang memiliki jiwa toleransi tinggi dan moderat.
Panduan Pengisian Diary Panca Cinta
Dalam skema yang ditetapkan oleh Kemenag, KBC diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran yang ada. Para guru dapat memasukkan nilai cinta, toleransi, dan spiritualitas selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Adapun penerapan KBC dilakukan sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada. Pada Raudhatul Athfal (RA/PAUD), metode yang digunakan adalah lewat permainan dan melakukan habit positif. Sedangkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, cara yang dilakukan adalah berdasarkan pengalaman dan refleksi.
Perlu diketahui, KBC terdiri dari panca cinta atau 5 cinta yang mencakup cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta alam, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Sebelum mengisi diary panca cinta, pastikan para guru telah mengetahui panduan dan petunjuk pengisiannya. Pastikan telah mengunduh terlebih dahulu file diary melalui laman yang disediakan oleh Kemenag.
Berikut panduan pengisian diari panca cinta yang dapat diikuti oleh para guru, mengutip panduan pelatihan KBC yang dimuat dalam Youtube Pintar.Kemenag:
- Unduh file diary melalui link berikut: Diary Petualangan Panca Cinta
- Silakan isi diary selama mengikuti seluruh sesi Panca Cinta menggunakan Microsoft Word di laptop atau manual terlebih dahulu.
- Lengkapi setiap bagian sesuai instruksi, aktivitas dan refleksi pada tiap sesi.
- Tuliskan secara singkat dan jujur pengalaman serta pembelajaran yang diperoleh.
- Pastikan semua bagian telah terisi sebelum dikumpulkan.
- Setelah pelatihan selesai, unggah file diary yang telah diisi ke Google Drive pribadi.
- Ubah akses menjadi “Siapa saja yang memiliki link dapat melihat”. Lalu salin tautan file.
- Tempelkan tautan pada kolom jawaban yang disediakan
- Pastikan link dapat dibuka (link yang tidak dapat diakses dianggap belum mengumpulkan).
Contoh Pengisian Diary Panca Cinta
KBC diterapkan untuk menjawab sejumlah fenomena seperti sikap intoleran, saling menyalahkan, hingga membenci satu sama lain karena perbedaan keyakinan. Konsep tersebut dihadirkan sebagai solusi dalam mengenalkan nilai-nilai keberagaman untuk berbagai mata pelajaran.
Salah satu cara untuk menerapkan metode tersebut yaitu memberi pelatihan kepada guru. mengingat KBC merupakan hal baru, maka diperlukanpemahaman konsep yang sama agar nilai-nilai tersebut dapat tersampaikan kepada siswa dengan baik.
Berikut beberapa contoh narasi pengisian diary panca cinta yang dapat menjadi referensi para guru yang terlibat:
1. Cinta kepada Allah SWT
Hari ini saya mencoba mempraktikkan ‘Senyum sebagai Ibadah'. Saya menyambut setiap siswa di gerbang sekolah dengan senyuman tulus.
Refleksi: Ternyata suasana hati saya menjadi lebih bahagia dan siswa pun tampak lebih ceria memulai hari. Senyum juga dapat membuat anak lebih bersemangat
2. Cinta kepada Sesama
Saya melihat seorang siswa yang biasanya aktif tiba-tiba murung. Saya mengajaknya bicara empat mata setelah jam pelajaran dan mendengarkan masalahnya.
Refleksi: Cinta dalam pendidikan dimulai dari telinga yang mau mendengar, bukan hanya mulut yang memerintah. Cinta juga dapat berwujud hadir dalam persoalan yang dihadapi siswa, tanpa perlu merasa sendiri.
3. Cinta kepada Alam
Saya membawa bekal makanan dan tumbler dengan wadah yang bisa dicuci ulang dan menghindari plastik sekali pakai hari ini.
Refleksi: Mencintai alam bisa dimulai dari keputusan kecil di meja makan kita sendiri. Minimal dapat mengurangi satu kantong plastic dan cup plastik.
4. Cinta kepada Orang Tua
Meski sedang sibuk dengan tugas MOOC, saya menyempatkan menelepon Ibu hanya untuk sekadar bertanya sudah makan atau belum.
Refleksi: Ridha Allah ada pada ridha orang tua, dan perhatian kecil sangat berarti bagi mereka. Di tengah usia yang semakin tua, perhatian dan kehadiran seorang anak dinantikan oleh mereka.
5. Cinta kepada Bangsa dan Negara
Saat mengajar materi sejarah/tematik, saya menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama di lingkungan sekolah.
Refleksi: Menjaga kedamaian di kelas adalah wujud nyata bela negara di era modern.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id



































