tirto.id - Pagelaran Sabang Merauke telah dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, GBK Senayan, Jakarta. Perhelatan ini merupakan rangkaian kelima sejak dilaksanakan pada Maret tahun 2022. Mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara, pertunjukan tahun ini konsisten membawakan kekayaan seni dan budaya Indonesia ke dalam satu perjalanan panggung. Helatan ini mempertemukan cerita, musik, tari, akting, busana, hingga teknologi dalam satu arena.
Sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi terlibat dalam kesuksesan perhelatan ini, menjadikannya semakin megah. Penambahan jumlah koreografi turut menjadi pembeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 387 penari membawakan 104 koreografi karya dari 11 tim koreografer, bersama 15 penyanyi nasional dan satu grup band, 119 anggota paduan suara, 60 musisi orkestra, serta 50 alat musik tradisional turut dimainkan oleh musisi pada acara ini. 16 desainer juga turut serta dilibatkan pada proses pembuatan dimana menghasilkan 1.500 kostum yang dipakai sepanjang acara ini.
Namun, perkembangan Pagelaran Sabang Merauke tidak hanya terlihat dari skala produksinya. Setiap elemen pertunjukan, mulai dari musik, koreografi, kostum, tata cahaya, visual, hingga teknologi panggung, dirancang untuk mendukung perjalanan cerita Srikandi.
“Saya telah mengikuti perjalanan Pagelaran Sabang Merauke sejak lahir pada Maret 2022. Saya dan Bu Silvi tidak pernah menyangka kita bisa terus berjalan selama lima tahun. Tiap tahun kita selalu bisa menjadi lebih baik, dan itu karena semua yang terlibat di dalam pagelaran ini,” tutur F. Aming Santoso, Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group saat ditanya mengenai perjalanan lima tahun Pagelaran Sabang Merauke dari tahun ke tahun dalam Press Conference Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena, pada Jumat (21/8/2026).
Berbeda dari pertunjukan budaya lainnya, Pagelaran Sabang Merauke tahun ini mengangkat tema Hikayat Srikandi Nusantara yang ceritanya dibangun dalam satu alur perjalanan utuh. Berfokus pada sosok Srikandi, kisah ini mengajak penonton menyelami tema keberanian, keteguhan, pengorbanan, dan cinta, serta nilai-nilai lain yang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Pengalaman ini dirasakan Raisa Andriana, yang tahun ini untuk pertama kalinya terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke dan memerankan tokoh Srikandi. Ia mengatakan bahwa ini merupakan tantangan baginya karena harus keluar dari format panggung yang selama ini lekat dengannya sebagai penyanyi. Tak hanya bernyanyi, tapi kali ini Raisa perlu berakting, blocking, interaksi, bergerak dan menari di atas panggung.
Perjalanan tersebut juga membawa warna baru padal lagu “Cahaya Hati” yang dibawakan oleh Raisa pada Hikayat Srikandi Nusantara yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik melalui sesi latihan, kini hadir utuh pada perjalanan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke.
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh Yura Yunita yang tahun ini kembali terlibat dan merupakan tahun ketiga ia ikut pada Pagelaran Sabang Merauke. Tahun ini merupakan kesempatan spesial sekaligus menantang bagi Yura, ia memerankan sebagai Mahadewi.
Yura menceritakan, dalam penampilannya ia harus terbang menggunakan sling ke atas Indonesia Arena, lalu naik ke atas naga berkepala tiga berukuran raksasa yang menyemburkan asap. Ia juga bercerita, perpindahannya dari atas panggung kembali ke bawah dilakukan dengan mengendarai sepeda motor hanya dalam hitungan detik.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses membangun pertunjukan yang tidak hanya mengandalkan skala, tetapi juga kekuatan cerita. Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, Sutradara PSM mengatakan proses latihan menjadi dasar sebelum seluruh elemen pertunjukan bertemu di atas panggung. Menurutnya, energi penonton kemudian menjadi bagian yang membuat pertunjukan terus berkembang.
Antonius Widodo Mulyono selaku Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga turut serta mendukung Pagelaran Sabang Merauke. Ia mengatakan bahwa keterlibatan BCA sejalan dengan kedekatan perusahaan terhadap budaya sekaligus keyakinan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif.
“BCA sendiri sudah lama bersentuhan dengan budaya, jadi ketika Pak Aming mengajak kami mendukung Pagelaran Sabang Merauke, itu langsung klik. Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tapi harus dirawat, bahkan dikembangkan, supaya ekonominya juga bisa turut tumbuh,” ujar Widodo Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada Press Conference Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena, pada Jumat (21/8/2026).
Setelah lima tahun penyelenggaraan, arah Pagelaran Sabang Merauke tidak hanya berfokus pada pengembangan skala pertunjukan. Aming mengatakan, pagelaran ini juga ingin menyalurkan energi positif sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Indonesia.
Menurutnya, keberagaman, gotong royong, kekeluargaan, toleransi, dan empati menjadi bagian dari nilai yang ingin dibawa melalui pertunjukan tersebut. Dengan begitu, Pagelaran Sabang Merauke tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.
“Pagelaran ini dibuat dengan cara yang sangat Indonesia, penuh gotong royong, kekeluargaan, toleransi, saling menunggu, dan empati agar masyarakat jatuh cinta dengan kesenian dan budaya kita sendiri,” tambah Aming pada Press Conference Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena, pada Jumat (21/8/2026).
Editor: Dina T Wijaya
Masuk tirto.id


































