Menuju konten utama

OIKN Sebut Tak Ada Korban Jiwa pada Kebakaran Hunian Pekerja IKN

Troy memastikan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan meski Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 1A Tower Nusa Indah atau Tower 14, IKN terbakar.

OIKN Sebut Tak Ada Korban Jiwa pada Kebakaran Hunian Pekerja IKN
Polisi berjalan di samping tower 14 pascakebakaran hunian pekerja konstruksi (HPK) 1 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (2/10/2025). Menurut Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alex Danantara, kebakaran yang terjadi pukul 17.30 WITA pada Rabu (1/10) itu membakar sekitar 56 kamar yang berada di lantai 2,3, dan 4 HPK yang dihuni kurang lebih 700 orang pekerja. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Troy Pantouw, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat insiden kebakaran di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 1A Tower Nusa Indah atau Tower 14, IKN yang terjadi pada Rabu (1/10/2025).

Troy menyampaikan bahwa kondisi kebakaran hanya terjadi di Tower 14. Ia mencatat setidaknya terdapat 608 orang pekerja terdampak akibat kebakaran di Tower 14. Para pekerja tersebut berasal dari PT PP, PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya KSO Proyek Pembangunan Hunian Vertikal TNI. Ia menambahkan, seluruh pekerja sudah dipindahkan ke hunian lain.

"Kami tegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Seluruh pekerja sudah didata, dalam keadaan baik, dan telah dipindahkan ke hunian lainnya. Kebakaran hanya terjadi di Tower 14 dan tidak menjalar ke bangunan lain," kata Troy dalam keterangan pers, Jumat (3/10/2025).

Selain itu, kebakaran mengakibatkan kerusakan signifikan pada seluruh kamar yang terletak di lantai 3 dan 4 Tower 14, masing-masing sebanyak 14 kamar.

"Terindikasi adanya kerusakan pada plafon, dinding, serta perabotan kamar. Bagian sekitar kamar terdampak juga mengalami kerusakan akibat panas dan air pemadaman," jelasnya.

Dalam hasil investigasi sementara, Troy menyebut bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.05 WITA di salah satu kamar lantai 3. Dia menuturkan bahwa tower hunian tersebut terdiri atas 4 lantai, dengan total 56 kamar, dan dihuni sekitar 608 pekerja konstruksi.

"Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih dua jam, yaitu pukul 19.55 WITA, dan kemudian dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang dapat menjalar," ungkapnya.

Saat ini, garis polisi telah dipasang untuk mendukung investigasi. Unit identifikasi Polres Penajem Paser Utara (PPU) dan Polda Kalimantan Timur sudah bekerja di lapangan.

"Penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan forensik resmi dari pihak kepolisian," terangnya.

Dalam proses penanganan kebakaran, Troy menyebut OIKN bekerja sama dengan DPKP PPU, BPBD PPU, Polsek Sepaku, Koramil Sepaku, Kementerian PU, serta mitra kerja konstruksi PT PP, PT Wika Gedung, PT Adhi Karya, PT IHM, dan PT MCorp Sukses Makmur.

"Otorita IKN menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja cepat, sigap, dan terkoordinasi sehingga insiden ini dapat tertangani dengan baik," ujarnya.

Troy juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan IKN tetap berjalan normal dan sesuai rencana.

"Kami pastikan seluruh kegiatan pembangunan IKN tetap berjalan normal," kata Troy.

Baca juga artikel terkait PEMBANGUNAN IKN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher