Menuju konten utama

Niat, Tata Cara, dan Bacaan di Sela Takbir Shalat Idul Fitri 1443 H

Salat Idul Fitri diselenggarakan pagi hari pada 1 Syawal, berikut niat, tata cara, dan bacaan di sela takbir untuk persiapan Idul Fitri 1443 H.

Niat, Tata Cara, dan Bacaan di Sela Takbir Shalat Idul Fitri 1443 H
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menunaikan shalat Idulfitri 1441 Hijriah di halaman depan wisma Bayurini kompleks Istana Kepresidenan Bogor, pada Minggu (24/5) pagi. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

tirto.id - Hari Lebaran 2022 atau 1 Syawal 1443 Hijriah akan jatuh pada Senin Pon, 2 Mei 2022 M. Ketentuan ini berdasarkan Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu hasil keputusan sidang isbat penentuan Idulfitri 1443 H yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Mei 2022 mendatang di Auditorium HM Rasjidi Kemenag.

Di pagi hari Idulfitri, umat Islam akan berbondong-bondong menuju masjid atau tempat ibadah lainnya untuk mendirikan salat Idulfitri. Meskipun lebih sering dilaksanakan secara berjamaah, salat Idulfitri dapat dikerjakan secara munfarid (sendirian) di rumah apabila tertinggal pelaksanaanya.

Hukum asal dari menunaikan salat idulfitri ialah sunah muakadah, dianjurkan pengerjaannya oleh syariat. Terlebih, salat ini hanya dikerjakan setahun sekali setiap tanggal 1 Syawal.

Salat Idulfitri disyariatkan sejak tahun kedua hijriah dan terus dilaksanakan oleh para sahabat setelahnya. Waktu pengerjaan salat Idulfitri adalah sejak terbitnya matahari hingga masuknya waktu zuhur.

Berbeda dengan salat Iduladha yang dianjurkan dilaksanakan lebih awal karena memberikan waktu lebih banyak kepada jemaah yang hendak berkurban. Salat Idulfitri justru disunahkan untuk memperlambat pendiriannya, karena memberikan waktu kepada mereka yang belum menunaikan zakat fitrah.

Niat Shalat Idul Fitri 1443 H

Niat salat Idulfitri sunah diucapkan dengan lisan, namun wajib dilafalkan dalam hati. Berikut ini bacaan niat salat Idulfitri sebagai imam, sebagai makmum, dan sendirian:

1. Bacaan niat salat Idulfitri sebagai imam

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini imaaman lillahi ta'aala

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

2. Bacaan niat salat Idulfitri sebagai makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini makmuuman lillahi ta'aala

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

3. Bacaan niat salat Idulfitri sendirian (munfarid)

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini munfaridan lillahi taa'ala

Artinya: Saya berniat salat sunah Idulfitri dua rakat sendirian karena Allah Ta'ala.

Tata Cara Shalat Idul Fitri 1443 H dan Bacaan Takbir

Tata cara pelaksanaan salat Idulfitri tidak jauh berbeda dengan salat sunah pada umumnya yang dilaksanakan sebanyak 2 rakaat. Akan tetapi, ada beberapa tata cara yang berbeda seperti adanya takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua. Berikut ini niat dan tata cara salat Idulfitri 1443 H:

1. Jemaah salat Idulfitri umumnya disunahkan untuk memperbanyak menyerukan bacaan takbir, tahmid, dan tasbih seraya menunggu didirikannya salat tersebut.

2. Salat Idulfitri yang akan dimulai ditandai dengan adanya bilal yang menyerukan bacaan, “ash-shalatu jami’ah (salat berjemaah akan segera didirikan).” Salat Idulfitri tidak didahului adanya azan maupun iqamah.

3. Membaca niat salat Idulfitri sesuai dengan keadaan, apakah sebagai imam, makmum, atau sendirian.

4. Membaca takbiratul ihram seraya mengangkat kedua tangan.

5. Membaca doa iftitah dilanjutkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali.

Pada sela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

6. Membaca Surah Al Fatihah sebagai salah satu rukun salat. Kemudian, disambung dengan bacaan Al-Qur'an surat Qaf atau Al A’la.

7. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti salat biasa. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.

8. Setelah berdiri pada rakaat kedua, kemudian membaca takbir sebanyak 5 kali seperti rakaat pertama.

Pada sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

9. Membaca Surah Al Fatihah pada rakaat kedua dilanjutkan dengan bacaan surat pilihan seperti Surah Qamar atau Al Ghasiyyah.

10. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.

11. Setelah salat, mendengarkan khutbah Idulfitri

Usai salat Idulfitri, khatib membacakan khutbah hari raya dan jemaah sebaiknya mendengarkan dengan khusyuk.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2022 atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yonada Nancy