MTI: Produk Lokal yang Dijual UMKM di Rest Area Belum Tentu Laku

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 20 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Kalau UMKM yang jualan di tol, saya liat enggak ada yang laris. Saya yakin itu enggak ada yang mau beli karena sewanya mahal," ucap Djoko.
tirto.id - Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan produk lokal yang dijual oleh Unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di rest area sepanjang jalan tol sulit menggaet minat pembeli. Hal itu disebabkan mahalnya harga jual seiring dengan tingginya biaya sewa lokasi berjualan.

"Kalau UMKM yang jualan di tol, saya liat enggak ada yang laris. Saya yakin itu enggak ada yang mau beli karena sewanya mahal," ucap Djoko pada Kamis (20/12/2018).

Agar penjualan produk lokal dapat dijangkau oleh pengemudi jalan tol, kata Djoko, maka bisa disiasati dengan membuat lokasi berjualan yang dekat dengan pintu keluar tol. Lokasi itu, kata Djoko, memiliki harga lahan yang relatif lebih murah sehingga harga jual produk juga ikut murah.

Untuk itu, Djoko mengatakan, pemerintah daerah tidak seharusnya ngotot terkait disediakannya lokasi berjualan produk lokal di rest area lagi. Sebaliknya, pemda dapat meminta operator jalan tol menyediakan informasi mengenai keberadaan rest area maupun tempat berjualan di sekitar pintu keluar tol.

Agar diminati pembeli, Djoko mengatakan, pengelola tol dapat memberikan insentif berupa pembebasan biaya keluar-masuk pintu tol di sekitar area yang terdapat tempat berjualan. Misalnya, gratis memasuki tol bila pengemudi menghabiskan waktu tidak lebih dari 30 menit di lokasi berjualan.

"Cara ini sudah diterapkan di Johor (Malaysia) bagian dari ruas Tol Malaysia - Johor - Singapura. Justru mereka enggak ada rest area di sisi tol. Malah mereka keluar dulu kalau ada lokasi berjualan masyarakat. Abis itu masuk tol lagi," ucap Djoko.



Baca juga artikel terkait UMKM atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight