Menuju konten utama

Mengurangi Pemakaian Ponsel Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur Remaja

Studi: pengurangan blue light pada malam menjelang tidur dapat membantu remaja meningkatkan kualitas tidur.

Mengurangi Pemakaian Ponsel Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur Remaja
Ilustrasi menyimpan ponsel di saku celana. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Gangguan tidur pada remaja dapat berkurang dengan membatasi frekuensi paparan pada layar ponsel, tablet, dan komputer, berdasarkan sebuah penelitian, yang dilansir The Guardian.

Cahaya yang dihasilkan dari perangkat elektronik tersebut, terutama cahaya biru (blue light) dapat memengaruhi sistem jam di otak dan produksi hormon, melatonin, yang dapat menyebabkan gangguan waktu dan kualitas tidur.

Pengurangan blue light pada malam menjelang tidur dapat membantu remaja meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tanda-tanda kelelahan, kurangnya konsentrasi, dan perubahan mood secara mendadak dalam waktu 7 hari.

Remaja yang memiliki waktu terpapar blue light lebih dari 4 jam per hari, tidur tepat waktu dan rata-rata bangun lebih lambat 30 menit daripada yang terpapar blue light sejam setiap harinya. Gejala tidak bisa tidur juga seringkali terjadi pada remaja yang lebih lama terekspos layar digital.

Penelitian yang merupakan hasil kolaborasi antara Netherlands Institute of Neuroscience, Amsterdam UMC, dan Dutch National Institute for Public Health and the Environment menyebutkan, remaja menghabiskan lebih banyak waktu terpapar layar perangkat digital dan sering mengalami masalah tidur.

“Di sini kami tunjukkan gangguan tidur dapat dikurangi dengan cara sesimpel mengurangi penggunaan layar digital atau paparan blue light menjelang tidur. Berdasarkan data yang kami peroleh, remaja cenderung mengalami gangguan tidur dan terlambat tidur karena banyak terpapar blue light dari layar perangkat digital,” kata Dr. Dirk Jan Stenvers.

“Gangguan tidur menimbulkan gejala ringan seperti kelelahan dan konsentrasi memburuk, tetapi secara jangka panjang, kita tahu kurang tidur juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, dan serangan jantung."

"Jika kita bisa memperkenalkan pengukuran sederhana untuk menghadapi masalah ini, kita dapat mencegah masalah kesehatan serius di masa depan,” lanjutnya yang tertarik meneliti apakah efek yang terjadi pada remaja dapat terjadi dengan orang dewasa.

Selain itu, Dr Stenvers juga tertarik melihat apakah resiko paparan blue light memiliki efek jangka panjang.

NCBI melansir, penggunaan masif perangkat digital berbanding lurus dengan berkurangnya waktu tidur pada kelompok usia 3 hingga 17 tahun. Lebih lanjut, gangguan tidur juga berkaitan dengan masalah gangguan perilaku.

Orang Tua Kurang Menyadari Permasalahan Ini

Permasalahan ini memang jarang mendapat perhatian khusus dari orang tua, karena memang tidak terlihat jelas. Tidak seperti pertumbuhan yang dapat dipantau dan terlihat secara kasat mata, gangguan tidur yang mengarah ke gangguan mental dan perilaku seringkali luput dari perhatian.

“Bahkan dengan hal-hal yang kelihatan jelas, terkadang kita luput menyadari bahwa suatu hal terkait dengan hal lainnya,” kata Douglas A. Gentile dikutip Science Daily.

“Ya, waktu bermain perangkat digital meningkat, performa di sekolah menurun, dan itu tidak terjadi dalam semalam. Kalau saya nonton TV hanya malam ini, bukan berarti besok saya langsung dapat F di kelas,” lanjutnya.

Gentile, yang membuat proyek penelitian bertajuk Protective Effects of Parental Monitoring of Children’s Media Use bersama rekan-rekannya ini menyebut, efek dari paparan layar digital pada remaja terus menerus memiliki efek negatif terhadap waktu tidur dan berimbas ke berbagai aspek dalam hidup remaja.

Asosiasi Pediatrik Amerika merekomendasikan tidak lebih dari satu atau dua jam remaja dan anak terpapar layar perangkat digital. Hal tersebut tentunya dapat terwujud dengan andil orang tua tentang penggunaan perangkat.

Pantauan yang dilakukan orangtua tersebut mencakup penjelasan terhadap konten media yang diakses anak, menjelaskan berbagai macam tujuan media, dan menyediakan pembimbingan secara keseluruhan.

Infografik SC Blue Light

Infografik SC Blue Light. tirto.id/Quita

Baca juga artikel terkait GANGGUAN TIDUR atau tulisan lainnya dari Anggit Setiani Dayana

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Dipna Videlia Putsanra