Mengenal Penyakit Hiperlipidemia atau Kolesterol & Cara Mencegahnya

Oleh: Febriansyah - 18 November 2019
Dibaca Normal 2 menit
Dokter biasanya mendeteksi hiperlipidemia selama tes darah rutin atau biasanya muncul pada penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke.
tirto.id - Hiperlipidemia berarti terlalu banyak kolesterol dalam darah atau biasa disebut penyakit kolesterol tinggi.

Hiperlipidemia terjadi karena tingkat LDL dan HDL tinggi atau terjadi peningkatan kadar trigliserida.

Di dalam tubuh ada dua jenis protein atau lipoprotein, yang mengangkut kolesterol ke sel yaitu Lipoprotein densitas rendah (LDL) atau biasa dikenal dengan kolesterol jahat, dan lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol baik.

LDL memiliki efek merusak pada kesehatan, sementara HDL sebaliknya. HDL baik untuk kesehatan karena membawa kelebihan kolesterol kembali ke hati untuk diekskresi. Hati kemudian menghilangkan kolesterol melalui empedu.

LDL yang tetap dalam aliran darah merusak kesehatan, karena memungkinkan kelebihan kolesterol menumpuk di dalam darah.

Sementara trigliserida adalah jenis lemak lain dalam darah. Mereka bukan jenis kolesterol tetapi memiliki hubungan yang kuat dengan penyakit jantung. Sehingga, biasanya dokter akan mengukur kadar trigliserida pada orang dengan hiperlipidemia.

Gejala

Biasanya, orang dengan hiperlipidemia tidak mengalami gejala apa pun. Namun, mereka yang mengalami hiperlipidemia bawaan dapat mengalami kuning dan berlemak di sekitar mata atau sendi.

Dokter biasanya mendeteksi hiperlipidemia selama tes darah rutin atau biasanya muncul pada penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke.

Kolesterol, bersama dengan trigliserida dan lemak lainnya, dapat menumpuk di dalam arteri.

Penumpukan lemak yang berlebihan dari waktu ke waktu dapat menyebabkan aterosklerosis.

Ini membuat pembuluh darah menyempit dan membuat darah lebih sulit untuk dilalui, menyebabkan tekanan darah bisa naik.

Penyebab

Medical News Today memberikan penjelasan mengenai penyebab hiperlipidemia meliputi:

- Faktor genetik
Dokter menyebutnya sebagai hiperlipidemia primer. Seseorang mewarisi jenis ini dari orang tua mereka.

- Pola makan yang buruk dan faktor lainnya
Dokter menyebutnya hiperlipidemia sekunder. Ini terjadi karena pola makan yang buruk.

- Faktor risiko lain termasuk,
Konsumsi alkohol yang berlebihan, kegemukan, diabetes, penyakit ginjal jangka panjang, premature menopause, kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau hipotiroidisme dan kehamilan.

Pencegahan

Pilihan gaya hidup dan pola makan adalah cara penting untuk mencegah dan mengobati hiperlipidemia.

Pilihannya termasuk diet "jantung sehat", berolahraga teratur, tidak merokok, dan mempertahankan berat badan yang sehat.

1. Diet

Makan makanan yang mengandung banyak lemak sehat dapat membantu mencegah hiperlipidemia.

Pola makan sehat jantung termasuk meminimalkan asupan lemak jenuh, lemak trans, kolesterol diet dan mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran, banyak serat, banyak air, dan makanan biji-bijian.

Orang harus mencoba untuk membatasi atau menghilangkan makanan cepat saji, makanan berkarbohidrat tinggi, dan makanan olahan atau makanan yang tidak menawarkan nilai gizi yang baik.

Ikan, dan kacang-kacangan mengandung "lemak sehat" sehingga dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang perlu mengurangi kadar kolesterol LDL mereka.

Saat menggunakan minyak, pilih minyak zaitun, atau minyak lain yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal.

2. Mengurangi Berat Badan

Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas juga berisiko lebih tinggi terkena hiperlipidemia dan penyakit jantung.

Mengurangi berat badan dapat membantu seseorang mengurangi LDL, kolesterol total, dan kadar trigliserida.

Ini juga dapat meningkatkan HDL, yang membantu menghilangkan LDL dari darah.

3. Aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko lain untuk penyakit jantung. Olahraga dan aktivitas teratur membantu seseorang mengurangi LDL, meningkatkan HDL, dan mendorong penurunan berat badan.

The American Heart Association merekomendasikan orang melakukan aktivitas fisik yang cukup intens 150 menit setiap minggu.

Seseorang dengan hiperlipidemia dapat mengurangi risiko masalah kardiovaskular di kemudian hari dengan ketat mengikuti diet dan rencana perawatan yang direkomendasikan oleh dokter mereka.

Pengobatan

Bagi sebagian orang, perubahan pola makan dan gaya hidup mungkin cukup untuk membawa kadar kolesterol mereka ke kisaran yang sehat. Orang lain mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan seperti mengonsumsi obat.

Dilansir Web MD obat-obatan yang dapat mencegah dan mengatasi kolesterol dikenal sebagai statin. Obat ini adalah pilihan populer untuk menurunkan jumlah kolesterol dalam darah.

Orang yang kadar kolesterolnya tidak mencapai target yang diinginkan setelah menggunakan statin mungkin memerlukan dosis obat statin yang lebih tinggi atau obat tambahan.

Obat-obatan non-statin lainnya termasuk ezetimibe dan, yang lebih jarang, fibrates atau niacin.

Pedoman baru menunjukkan inhibitor PCSK9 juga tersedia, seperti evolocumab (Repatha).

Inhibitor PCSK9 bisa mahal, jadi dokter harus mempertimbangkan ini sebelum meresepkannya.

Namun, pedoman merekomendasikan harga yang lebih rendah untuk obat-obatan ini untuk memungkinkan populasi tertentu mengakses obat.




Baca juga artikel terkait KOLESTEROL atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight