Megawati Minta Kader Nyaman dengan Hasil Survei Mundur dari PDIP

Reporter: Andrian Pratama Taher - 21 Jun 2022 13:14 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Megawati meminta kepada para kader PDIP untuk tidak terlena dengan hasil survei, bahkan melarangnya masuk dalam zona nyaman.
tirto.id - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membanggakan partainya yang kerap masuk dalam urutan teratas berbagai hasil survei. Hal itu disampaikan Megawati dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Meski selalu berada di urutan teratas, Megawati meminta kepada para kadernya untuk tidak terlena dengan hasil survei, bahkan melarangnya masuk dalam zona nyaman.

"Apakah karena melihat PDI Perjuangan sekarang dalam surveinya selalu paling tinggi, lalu mereka berpikir saya masuk PDI Perjuangan karena saya bisa rasakan nantinya ada zona nyaman di PDI Perjuangan. Maka saya akan selalu mengatakan orang itu mundur dari PDI Perjuangan, tidak ada gunanya," kata Megawati di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Megawati menekankan bahwa PDIP berdiri sebagai alat untuk mengorganisir kekuatan rakyat. Ia ingin agar Indonesia maju di masa depan. Apabila ada kader yang tidak sepakat dengan pandangan Megawati, Presiden RI ke-5 itu meminta kader tersebut mundur dari partai.

"Karena saya membentuk partai ini adalah kita bisa mengorganisir kekuatan rakyat menjadi solid, bersama kita untuk maju ke depan bagi Indonesia Raya. Jadi kalau ada yang tidak setuju, kali ini seperti yang selalu saya katakan Pak Jokowi, silakan mundur," tegas Megawati.

Megawati memerintahkan kepada kader PDIP untuk tidak melihat hasil survei elektabilitas. Ia ingin hasil survei tidak menjadi pegangan utama partai dalam bersikap. Ia mendorong kader untuk fokus pada gerak politik demi rakyat sebagaimana esensi keberadaan partai.

"Saya selalu mengatakan apa kehendak kalian untuk masuk dalam PDI Perjuangan? Apa satu, karena tahu PDI Perjuangan, kalau dilihat dari survei, selalu tinggi? Tapi saya selalu mengatakan, jangan selalu lihat survei. Survei boleh dilihat, tapi jangan dijadikan pegangan utama. Karena yang bergerak itu bukan survei, tapi adalah kita sendiri," tutur Megawato.

PDIP memang kerap masuk sebagai partai dengan survei tertinggi dari sisi elektabilitas. Berdasarkan hasil survei litbang Kompas terbaru contohnya, PDIP berada di peringkat pertama angka 22,6 persen. Di peringkat kedua adalah Partai Gerindra sebesar 12,5 persen dan diikuti Partai Demokrat 11,6 persen.

Selain itu, PDIP juga punya kader potensial sebagai Capres 2024 yakni Ganjar Pranowo. Dalam survei SMRC yang dirilis 9 Juni lalu, Ganjar berada di peringkat pertama dengan angka 30,3 persen, disusul Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 27,3 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 22,6 persen.


Baca juga artikel terkait RAKERNAS PDIP atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto

DarkLight