Menuju konten utama

Masker Diburu Imbas Abu Anak Krakatau, Harga Online Melonjak

Fenomena panic buying masker mulai melanda e-commerce imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Warganet keluhkan harga melonjak hingga 10 kali lipat.

Masker Diburu Imbas Abu Anak Krakatau, Harga Online Melonjak
Seorang pembeli membeli masker imbas debu Vulkanik letusan gunung anak krakatau. foto/Rayfahd Haykal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Terjadi fenomena panic buying atau pembelian dalam jumlah besar akibat kepanikan terhadap masker di platform e-commerce. Kondisi ini menyusul ramainya imbauan penggunaan masker akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Namun, sejumlah warganet justru mengeluhkan harga masker yang melonjak drastis dan pesanan yang dibatalkan sepihak oleh penjual melalui situs pembelian online atau dalam jaringan (daring). Keluhan ini ramai diperbincangkan oleh akun pengguna Threads dan memicu diskusi luas soal indikasi permainan harga masker oleh sejumlah penjual daring.

Salah satu unggahan yang ramai tanggapan berasal dari akun Threads @dr.ferrykslg, yang mengaku sempat memesankan masker untuk rekan-rekan ojek online lewat e-commerce. Namun, beberapa pesanan dibatalkan dan harga masker yang ia pesan ternyata naik dua kali lipat saat dicek ulang.

"Ada beberapa teman-teman ojol yang DM saya minta dibelikan masker. Saya pesenin lewat Shopee. Tapi ternyata ada beberapa yang di-cancel dan pas saya cek ulang harga maskernya dinaikin 2 kali lipat," tulis @dr.ferrykslg dalam unggahannya, Minggu (6/9/2026).

Ia juga menyebut istrinya sempat memesan masker anak untuk disumbangkan, tetapi pesanan tersebut tidak diproses dengan alasan stok kosong. Saat dicek kembali, produk yang sama ternyata masih tersedia, namun dengan harga yang naik hingga 10 kali lipat dari harga semula.

Salah satu tangkapan layar percakapan yang diunggahnya menunjukkan penjual beralasan "maskernya laris manis, sementara stock kosong" saat dikonfirmasi soal pesanan yang tidak diproses.

Terpisah, pengguna Threads lain, @valenciaandita, membagikan pengalaman serupa saat dihubungi wartawan lewat pesan langsung. Ia mengaku sekitar lima toko online yang ia hubungi membatalkan pesanan secara otomatis oleh sistem karena melebihi batas waktu pengiriman.

Setelah dicek ulang, sejumlah toko tersebut ternyata menaikkan harga masker hingga 10 kali lipat. Selain itu, status toko itu pun berubah menjadi "libur", dan pesanan reguler (non-instan) juga tidak diproses.

"Ga ada yang respons ya kak, karena kebanyakan yang balas asisten AI," kata Valencia saat ditanya soal respons toko-toko yang menaikkan harga tersebut.

Pola pembatalan pesanan disusul kenaikan harga drastis ini menjadi indikasi kuat munculnya perilaku panic buying di sisi permintaan, sekaligus dugaan penimbunan atau permainan harga sepihak oleh sejumlah penjual daring yang memanfaatkan momentum lonjakan kebutuhan masker.

Berbeda dengan Toko Online, Stok Masker di Toko Fisik Masih Aman

Kondisi berbeda ditemukan di lapangan. Penjual masker di sekitaran Kampus UIN Jakarta, Ciputat Timur, Putri, mengaku stoknya masih aman meski permintaan naik signifikan sejak imbauan pemakaian masker akibat abu vulkanik ramai diperbincangkan.

"Stok masih aman kok, belum terganggu meskipun permintaan naik. Masker N95 dan KN95 juga masih tersedia, cuma memang penjualannya naik sekitar 3-4 kali lipat dari biasanya," kata Putri, Senin (7/9/2026).

Ia mengaku belum menaikkan harga jual ke konsumen, meski sejumlah pemasoknya sempat menaikkan harga modal sehingga margin keuntungannya menipis.

"Soal harga, sejauh ini masih saya pertahankan harga normal. Ada sih beberapa supplier yang naikin harga modal, jadi margin saya jadi tipis, tapi belum berani naikin ke pembeli karena situasinya masih begini," ujarnya.

Senada dengan itu, seorang pekerja bernama Fasya yang ditemui di Stasiun Bojong Gede mengaku frekuensi dirinya memakai masker naik. Meski memakai masker bukan hal baru baginya, tapi peningkatan frekuensi tetap terjadi sejak imbauan terkait abu vulkanik Anak Krakatau.

"Semenjak rame imbauan abu vulkanik Anak Krakatau minggu ini, jadi lebih sering pake lagi kalau lagi di jalan, apalagi kalau lewat daerah yang anginnya kenceng. Jadi bisa dibilang bukan kebiasaan baru, cuma frekuensinya jadi naik gara-gara situasi ini," kata Fasya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum mengalami kesulitan mendapatkan masker di minimarket maupun apotek terdekat, dan belum merasakan kenaikan harga yang mencolok di toko fisik.

"Untuk beli masker sejauh ini belum ada kesulitan, di minimarket atau apotek deket rumah stoknya masih ada aja. Harganya juga masih normal setahu saya, belum kerasa ada kenaikan," ujarnya.

Baca juga artikel terkait ERUPSI ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Siti Fatimah