Menuju konten utama

Masih Tergenang, Jalur Pantura Demak-Kudus Belum Bisa Dilewati

Ketinggian banjir hingga saat ini di jalur Pantura Demak-Kudus masih berada di angka 70 cm, sehingga belum bisa dilalui kendaraan.

Masih Tergenang, Jalur Pantura Demak-Kudus Belum Bisa Dilewati
Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Raya Trengguli-Welahan yang tergenang banjir di Desa Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2024). ANTARA FOTO/Aji Styawan/YU

tirto.id - Jalur Pantura Demak-Kudus, Jawa Tengah, hingga saat ini masih belum dibuka karena masih adanya genangan banjir. Pembukaan jalur secara total menunggu banjir benar-benar surut serta kendaraan yang terjebak banjir juga bisa dievakuasi semua.

"Hingga hari ini (15/2) Jalur Pantura Demak-Kudus belum dibuka karena masih ada genangan di Kilometer 43 dari depan Pasar Karanganyar hingga Jembatan Tanggulangin," ujar Kasat Lantas Polres Demak, AKP Lingga Ramadhani di Demak, Kamis (15/2/2024) dilansir dari Antara.

Ketinggian genangan banjir, hingga saat ini masih berada di angka 70 cm, sehingga belum bisa dilalui kendaraan.

Lingga mengatakan terdapat 12 kendaraan yang masih terjebak dan belum bisa dievakuasi.

"Jika nantinya jalur tersebut benar-benar aman untuk dilalui dan tidak licin bagi pengendara, maka jalur akan dibuka total," ujarnya.

Lingga menambahkan bahwa untuk akses menuju Semarang melalui Jembatan Tanggulangin memang masih ditutup karena masih menunggu banjirnya surut.

"Kami sifatnya membantu, sehingga ketika dari Satlantas Polres Demak membuka total Jalur Pantura Demak-Kudus, maka dari Kudus juga akan dibuka," ujarnya.

Banjir di Desa Ketanjung dan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Demak, memang mulai surut, tetapi genangan banjir masih terlihat di Jalan Pantura Demak-Kudus.

Beberapa truk yang terjebak banjir juga masih terlihat pada posisi sebelumnya dan belum dievakuasi. Sedangkan yang sudah dievakuasi truk yang sebelumnya melintas di ruas kiri, menyusul genangan mulai surut.

Baca juga artikel terkait BANJIR DEMAK

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto