Menuju konten utama
Idul Fitri 2022

Manfaat Menerima Angpao Lebaran bagi Anak-Anak & Cara Mengelolanya

Angpao Lebaran bagi anak-anak: apa manfaat menerimanya dan bagaimana cara mengelola angpao?

Manfaat Menerima Angpao Lebaran bagi Anak-Anak & Cara Mengelolanya
Warga menunjukkan uang rupiah pecahan kecil di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/5/2019). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.

tirto.id - Tradisi memberi amplop atau angpao Lebaran ternyata sudah sejak lama dilakukan masyarakat dan turun temurun.

Tradisi bagi-bagi angpao Lebaran ini sebenarnya bisa dikatakan terpengaruh dari budaya Tionghoa dan Arab.

Di Tiongkok, angpao pertama kali ditemukan pada masa Dinasti Han. Pada zaman itu, pembagian angpao biasanya menggunakan uang tembaga berlubang bundar dan lubang segi empat di bagian tengah.

Dalam tradisi Tionghoa, seseorang wajib memberikan angpao terutama orang yang telah menikah dengan tujuan pemberian angpao dari orang yang telah menikah bisa memberikan nasib baik kepada orang yang menerimanya.

Meski demikian, tradisi pemberian amplop Lebaran ini awalnya dipopulerkan pada masa Khalifah Dinasti Fatimiyah di Afrika Utara saat abad pertengahan.

Pada masa itu, kerajaan Fatimiyah sering membagikan uang, pakaian, hewan, atau pernak-pernik kepada warganya, termasuk anak-anak saat hari-hari penting.

Di Indonesia, Idulfitri menjadi salah satu momen yang tepat untuk memberikan angpao, khususnya bagi anak-anak, dan ini merupakan hari yang sangat menggembirakan bagi anak-anak karena mereka bisa dapat banyak angpao dari orang dewasa yang memberinya.

Tak hanya menggembirakan, ternyata menerima angpao saat Lebaran juga bisa bermanfaat bagi anak-anak.

Manfaat Menerima Angpao

Berikut beberapa manfaat menerima angpao saat lebaran bagi anak-anak.

1. Meningkatkan kekuatan hubungan dengan pemberi angpao

Menerima angpao atau hadiah saat lebaran akan memberi pengalaman tersendiri bagi penerimanya.

Dilansir laman Psychology Today, sebuah penelitian pemberian hadiah pernah dilakukan kepada beberapa anak, di mana ada yang bertindak sebagai pemberi dan ada yang menjadi penerima hadiah.

Pemberi hadiah kemudian diberi 15 dolar AS dan diinstruksikan untuk membeli hadiah pengalaman atau hadiah materi untuk teman mereka.

Sementara itu, penerima diminta untuk menilai seberapa kuat hubungan mereka dengan teman-teman mereka.

Hasilnya mengungkapkan bahwa hadiah bisa meningkatkan kekuatan hubungan penerima dengan teman pemberi hadiah secara signifikan.

2. Melatih Empati.

Memilih hadiah adalah kesempatan ideal bagi anak-anak untuk melatih empati. Mintalah mereka menempatkan diri pada posisi orang lain yang menerima angpao atau hadiah yang sedang membutuhkan.

Cara ini akan membuat mereka berpikir bahwa memberi itu akan menebar kebaikan kepada penerima, terutama ketika yang menerima angpao/hadiah memang sedang sangat membutuhkan.

3. Menebar Kebaikan

Manfaat lainnya saat memberi dan menerima angpao adalah ini sesuatu yang menyenangkan dan juga dapat menyebarkan kasih sayang.

4. Memberi Pelajaran tentang Beramal.

Ketika keluarga anak mendapat angpao, ini artinya pemberi perlu menyediakan dana dan daftar orang yang akan diberikan angpao/amplop Lebaran.

Ini adalah cara yang bagus untuk melatih anak-anak karena mereka belajar bagaimana harus beramal kepada orang lain.

5. Merasa dapat Perhatian

Menerima angpao membuat anak merasa diperhatikan, karena kebaikan ini membuat anak merasa dicintai dan secara otomatis mengikat anak lebih dekat dengan pemberi hadiah.

Cara Mengelola Uang Angpao

Setelah mendapat manfaat dengan menerima angpao atau amplop lebaran, tentu anak juga harus diajarkan mengelola uang yang diterima tersebut, berikut beberapa cara mengajarkannya seperti dikutip laman Forbes:

1. Jelaskan apa itu uang dan bagaimana cara menggunakannya. Sebenarnya, menunjukkan kepada mereka bagaimana uang bekerja lebih efektif. Jadi biarkan mereka melihat Anda melakukan pembelian dengan uang tunai.

Bahkan jika Anda membayar dengan kartu debit atau kredit, jelaskan kepada anak-anak bahwa Anda menggunakan uang untuk melakukan pembelian barang yang dibutuhkan, bukan barang yang diinginkan.

2. Bantu anak-anak membiasakan diri menabung dengan memberi mereka celengan atau stoples yang bisa digunakan untuk menyimpan koin atau uang tunai. Kemudian gunakan pesan singkat dan sederhana untuk mendorong anak-anak menabung, seperti:

  • Menabung adalah kebiasaan yang baik.
  • Saya suka menabung.
  • Senang rasanya bisa menghemat uang dan membangun masa depan saya.
3. Ciptakan peluang untuk menghasilkan uang. Anak-anak perlu memiliki uang sendiri sehingga mereka dapat belajar bagaimana membuat keputusan tentang menggunakannya dengan bimbingan orang tua terlebih dahulu.

4. Bantu anak belajar membuat keputusan pengeluaran yang cerdas. Perkenalkan sistem tunjangan sehingga mereka bisa belajar hidup sesuai anggaran.

Selanjutnya ajarkan anak-anak untuk membuat keputusan tentang uang mereka sejak mereka pertama kali mulai mendapatkan uang saku.

Beri mereka tiga toples untuk dibelanjakan, ditabung, dan diberi. Ajari anak memasukkan sebagian uang saku mereka ke setiap toples tetapi tidak menyebutkan berapa banyak, karena keputusan ada di tangan mereka.

5. Tunjukkan pada anak nilai memberi. Alasan utama mengapa penting bagi orang tua untuk mengajarkan pelajaran keuangan kepada anak-anak adalah karena Anda dapat membagikan nilai uang melalui pelajaran tersebut.

Jika Anda menghargai memberi kepada orang lain, Anda juga dapat menanamkan nilai itu pada anak dengan membantu membiasakan mereka sejak usia dini.

6. Ajari anak bagaimana uang mereka dapat bertumbuh. Menyimpan uang adalah kebiasaan yang baik. Tetapi jika Anda ingin anak-anak belajar bagaimana benar-benar membangun kekayaan, ajari mereka tentang investasi.

Namun, jika tidak memahami investasi dengan baik, Anda dapat memberikan buku kepada anak-anak yang menjelaskan cara kerjanya.

7. Model perilaku keuangan yang baik. Sama pentingnya dengan pelajaran tentang uang, Anda pun harus menjadi contoh pelaku yang seharusnya bisa mengelola uang dengan baik.

Misalnya, jika ingin anak-anak Anda mengembangkan kebiasaan belanja dan menabung yang baik, mereka perlu melihat Anda membuat pilihan belanja dan menabung yang cerdas. Singkatnya, praktikkan apa yang Anda ajarkan dan lakukan dengan konsistensi.

Baca juga artikel terkait IDUL FITRI 2022 atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Yantina Debora