tirto.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menargetkan pengurangan impor bawang putih lewat pengembangan berbasis riset genom dalam acara Roadshow program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Menurut Luhut, nilai impor bawang putih Indonesia kini bisa mencapai sekitar 770 juta dolar dalam setahun. Lewat pemanfaatan teknologi genome sequencing dan juga riset, mantan Menko Marves era Presiden ke-7 Joko Widodo ini meyakini bahwa Indonesia menuju kepada swasembada dalam waktu dekat.
"Kita impor bawang putih 770 juta dolar setahun. Nah dengan kita membuat di Humbang Hasundutan sekarang, genome sequencing sudah berjalan, sudah mulai tahap kedua sekarang," kata Luhut dalam pidatonya, Kamis (12/2/2026).
Dia meyakini bahwa dalam tiga tahun ke depan Indonesia dapat mengurangi impor bawang putih secara signifikan melalui pengembangan varietas berbasis riset. Terlebih, ketahanan pangan ke depan tak bisa lagi bertumpu pada pengembangan konvensional.
"Jadi ketahanan pangan itu jangan hanya pola ketahaan pangan, tapi harus basisnya research," kata Luhut.
Luhut menjelaskan, pengembangan riset genom dilakukan secara paralel dan kolaborasi bersama pihak terkait. Dia juga menekankan pentingnya membangun satu ekosistem terpadu agar Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain.
Untuk mendukung riset tersebut, Luhut mengungkapkan pusat riset di Humbang Hasundutan telah memiliki komputer berteknologi tinggi NVIDIA B200 dan H200. Dia mengklajm komputer itu sebagai salah satu yang tercanggih.
Luhut meyakini dengan kolaborasi lintas lembaga dan dukungan teknologi, Indonesia dapat meningkatkan daya saing di banyak sektor.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id



































