Luhut Optimistis Indonesia Tidak Impor Garam pada 2021

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 18 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Luhut Binsar Panjaitan optimistis penambahan lahan untuk produksi garam di NTT bisa membuat Indonesia tidak perlu lagi impor komoditas ini pada 2021.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia tidak akan lagi mengimpor garam pada tahun 2021.

Luhut menyatakan target tidak impor garam pada 2021 seharusnya bisa terealisasi karena upaya untuk menambah produksi di dalam negeri terus dilakukan pemerintah.

Menurut Luhut, pada 2020, akan ada tambahan produksi garam dalam negeri sebesar 800 ribu ton per tahun. Oleh karena itu, ia meyakini, pada tahun 2021, Indonesia tak perlu impor garam lagi.

“Pokoknya kita cek lagi semua. Enggak ada lagi begitu-begituan [impor garam],” kata Luhut kepada wartawan saat ditemui di Gedung Kemenko Kemaritiman, Jakarta pada Kamis (18/7/2019).


Dia menyebut, telah tersedia 3.720 hektar lahan tambak garam di Nusa Tenggara Timur. Menurut taksiran Luhut, lahan seluas itu akan dikelola oleh 100-500 petani garam. Selain itu, perusahaan produsen garam swasta juga akan terlibat dalam pengelolaan lahan itu.

Luhut memastikan produksi garam yang dihasilkan di NTT juga memiliki kualitas tinggi sehingga dapat diserap oleh industri

“Jadi itu kira-kira dapatlah 800 ribu ton garam industri, garam high quality [kualitas tinggi],” ucap Luhut.

Saat ini kebutuhan garam Indonesia berada di angka 4,7 juta ton dengan produksi dalam negeri berada di kisaran 2,7 juta ton. Sekitar 2 juta ton garam masih diimpor, terutama untuk kebutuhan industri. Sektor industri memerlukan garam dengan kadar NaCl 94 persen ke atas.

“Iya [nanti ada 800 ribu ton per tahun]. Baru dari situ [NTT]. Belum dari daerah lain yang kita garap. Jadi kita berharap janji kita 2021 tidak impor lagi mudah-mudahan terjadi,” ujar Luhut.

Ketika ditanya mengenai persoalan harga garam yang saat ini jatuh, Luhut enggan berkomentar. Dia juga tak memberikan tanggapan saat ditanya soal dugaan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bahwa impor garam memicu harga anjlok.

Dia meminta wartawan menanyakan hal itu kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. “Tanya Menteri perdagangan kalau soal itu,” ujar dia.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil pun mengatakan bahwa penambahan lahan untuk produksi garam di NTT bisa berdampak signifikan.

“Itu kebutuhan garam nasional kita akan sangat terbantu,” kata Sofyan di Kantor Kemenko Maritim.


Baca juga artikel terkait IMPOR GARAM atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Addi M Idhom
DarkLight