Impor Garam Semester I 2019 Capai 1,2 Juta Ton, Setara 40% Kuota

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 12 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Impor garam telah pada semester I 2019 telah mencapai 1,2 juta ton. Angka tersebut setara dengan 40 persen kuota impor garam pada tahun ini.
tirto.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat total realisasi impor garam yang sudah masuk ke Indonesia pada semester I tahun 2019 sudah mencapai 1,2 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan 40 persen dari total kuota impor garam pada tahun ini, yakni sebanyak 2,7 juta ton.

“Realisasi [impor garam] semester I [2019] itu 1,2 juta ton. Kalau itu baru 40 persen [dari total kuota impor garam 2019, sebanyak 2,7 juta ton]," kata Direktur Industri Kimia Hulu, Kemenperin, Fridy Juwono di Gedung Kemenko Maritim pada Jumat (12/7/2019).

Fridy memperkirakan, pada semester II 2019, impor garam bisa meningkat menjadi 2,2 hingga 2,3 juta ton menyusul adanya kebutuhan industri, seperti pemutihan kertas.

Saat ini, produksi garam Indonesia di kisaran 2,7 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 360 ribu ton diproduksi oleh PT Garam. Sisanya adalah produksi petani garam rakyat.


Namun, kebutuhan garam dalam negeri ternyata mencapai 4,7 juta ton pada tahun 2019. Jumlah ini pun diperkirakan terus bertambah seiring adanya peningkatan permintaan industri dan masyarakat. Pada 2018 saja, industri mendominasi serapan garam petani hingga lebih dari 2 juta ton.

Sementara Direktur Operasional PT Garam, Hartono mengatakan perusahaannya juga melakukan penyerapan garam rakyat pada 2019. Namun, jumlahnya baru mencapai 4.000 ton, dengan harga Rp1,05 juta per ton.

Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah meski harganya lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Pada 2018, PT Garam menyerap 120 ribu ton garam dengan harga Rp1,3 juta per ton.

Hartono mengatakan keterbatasan dana membuat perusahaannya menurunkan harga dan jumlah serapan garam rakyat.

Dia menjelaskan jumlah dana yang dikeluarkan PT Garam sudah mencapai Rp176 miliar dari total dana Rp204 miliar dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk penyerapan garam rakyat. Dia mengaku belum bisa memastikan jumlah garam rakyat yang bisa terserap dengan dana Rp28 miliar karena kemungkinan akan ada perubahan harga.

“Pasti ada perubahan menunggu kalau HPP dari pemerintah keluar kita akan ikuti mekanisme pasar,” ucap Hartono.


Baca juga artikel terkait IMPOR GARAM atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Addi M Idhom