Langkah-Langkah Sebelum Memulai Investasi Bagi Kaum Milenial

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 14 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sebelum berinvestasi, sebaiknya kaum milenial perlu memperhatikan beberapa hal, agar terhindar dari beberapa kerugian, termasuk investasi bodong.
tirto.id - Banyak milenial yang menyisihkan gajinya untuk ditabung dengan berbagai tujuan, baik untuk menikah, beli rumah, modal usaha ataupun untuk keperluan mendadak.

Memiliki tabungan di bank sebenarnya bukanlah ide baik, karena rentan terhadap kerugian. Salah satunya adalah dikenakan biaya administrasi yang tinggi dan juga kemungkinan inflasi.

Memulai berinvestasi di usia muda menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan. Sayangnya, minimnya pengetahuan tentang investasi membuat banyak kaum milenial ragu-ragu untuk memulai investasi.

Banyak orang yang belum berani memulai investasi karena berbagai alasan. Mulai dari takut kehilangan dana, investasi bodong, dan enggan membayangkan kerumitan investasi.

Berikut adalah beberapa tips yang harus diperhatikan, sebelum memulai investasi, seperti yang dilansir dari Forbes:

1.Langkah pertama berinvestasi adalah dengan mulai mencari informasi, membandingkan satu instrument investasi dnegan instrument investasi lainnya.

2.Jangan memulai investasi dalam keadaan buta sama sekali. Baik itu sudah dialami teman atau kerabat, atau ada tawaran investasi muncul selalu cari tahu seluk beluknya sebelum memutuskannya.

3.Apa yang baik untuk orang lain belum tentu baik untuk diri sendiri. Ada baiknya memastikan kelebihan dan keuntungan secara mendalam dan sesuaikan dnegan kebutuhan dan kemampuan. Bukan berarti bahwa suatu hal dapat diterapkan kepada semua orang, begitu juga investasi. Sebagai contoh, bitcoin, yang di awal kenaikan harga, semua orang lantas membeli namun jika tidak memiliki pembeli, maka investasi tersebut akan mandek begitu saja.

4.Tidak ada yang akan membocorkan rahasia keberhasilannya dalam berinvestasi, maka dari itu pahami betul instrument investasi seperti apa yang pling tepat. Orang lain bisa saja mempromosikan kesuksesannya berinvestasi seolah-olah itu akan terdengar begitu menggiurkan, dan bisa saja terjadi seperti itu, namun pengetahuan mendalam perlu dilakukan terlebih dahulu agar kegagalan tidak terjadi karena kita tak tahu apa-apa sebelumnya.

5.Pantau terus jalannya uang dalam investasi, pastikan selalu mendapatkan kontak langsung dengan perkembangan investasi sehingga bisa melakukan antisipasi jika keadaan berubah buruk, atau melakukan sesuatu jika keadaan menguntungkan.

6.Menyebarkan dana dalam beberapa instrument investasi sehingga jika salah satu tidak begitu menguntungkan, yang lain masih bisa diharapkan. Selain itu, dengan memiliki banyak instrument juga memudahkan penggunaan berbagai kebutuhan hidup.

7.Miliki perencanaan yang terhadap dana yang ditaruh untuk investasi berkaitan dengan tenor atau jatuh tempo. Apakah investasi tersebut hanya akan ditarik atau dilanjutkan, rancang lah segala sesuatunya dengan matang.

8.Tetapkan investasi untuk jangka panjang, berkaitan dengan pencapaian yang lebih besar penetapan berjangka perlu yang kemudian ditingkatkan nilainya sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar.

9.Tetapkan tujuan jangka pendek. Meskipun bermain dengan investasi jangka panjang, target jangka pendek juga perlu diperhatikan agar kelangsungan investasi tetap dalam kendali.

10.Uji beberapa instrument investasi selama beberapa waktu. Apabila tepat dan menguntunngkan lanjutkan. Mulai dengan porsi kecil di awal, kemudian lakukan pengamatan mendalam dan lihat apakah instrument tersebut tepat atau tidak.

11. Simpan sejumlah uang tunai, jangan keluarkan semua tabungan untuk investasi. Tetap sisihkan beberapa dan dalam jumlah cukup untuk keperluan mendadak dan memperbesar kapasitas investasi di kemudian hari.

12.Uji secara tuntas, mulai dari mengamati dnegan teliti, mencoba, mengontrol, dan evaluasi. Pengalaman tiap orang berbeda sehingga agar lebih mantap dalam berinvestasi, uji tuntas instrument investasi untuk hasil yang maksimal.


Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Bisnis)


Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo