Menuju konten utama

Kronologi Camat di Boyolali Kirim Video Mesum ke Mantan Karyawan

Camat di Boyolali diduga melakukan pelecehan seksual dengan mengirimkan video mesum ke mantan kayawatinya. Namun, sang camat mengaku dirinya salah kirim.

Kronologi Camat di Boyolali Kirim Video Mesum ke Mantan Karyawan
Ilustrasi pelecehan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang camat di Boyolali dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Boyolali atas dugaan pelecehan seksual kepada mantan karyawan perempuan. Camat tersebut diduga telah mengirimkan video mesum non-konsensual. Bagaimana kronologinya?

Korban kekerasan seksual oleh camat itu diidentifikasi sebagai TA, perempuan berusia 19 tahun asal Kecamatan Mojosongo. Korban merupakan mantan karyawan toko milik sang camat.

Kasus ini dilaporkan telah diterima oleh Pemkab Boyolali dan tengah ditindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Camat dan korban juga dilaporkan telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Sekretaris Daerah Boyolali M. Syawalludin menyebut sang camat mengeklaim kasus itu terjadi karena salah kirim. Ia mengaku kiriman video miliknya seharusnya dikirimnya kepada sang istri.

Namun, pascakasus ini mencuat ke publik, muncul informasi bahwa camat tersebut diduga telah melakukan hal serupa kepada sejumlah pihak. TA diduga bukan satu-satunya orang yang dikirimi video mesum oleh sang camat.

Terkait hal tersebut, Syawalludin menyatakan penindakan lebih lanjut atas camat tersebut masih menunggu laporan dan bukti pendukung. Menurutnya, pihaknya akan menindaklanjuti kabar tersebut jika ada laporan resmi yang masuk.

Jika memang ada korban-korban lain, Syawalludin menyebut pemeriksaan atas sang camat akan ditingkatkan. Ia juga mengatakan konsekuensi yang harus ditanggung sang camat juga akan meningkat.

Kini, pihaknya menggolongkan kasus ini sebagai kasus miskomunikasi. BKPSDM menyebut sang camat salah kirim video dan karenanya diberikan sanksi berupa teguran resmi.

Kronologi Camat di Boyolali Kirim Video Mesum

Seturut kronologi yang diungkap korban, kasus video mesum camat di Boyolali itu terjadi pada 30 Maret lalu. Kala itu, sang camat tiba-tiba mengirimkan video mesum kepada TA.

TA menuturkan, ada dua video berdurasi 9 detik yang dikirimkan sang camat. Kedua video itu berisi rekaman sang camat sedang melakukan aktivitas seksual yang tidak senonoh.

TA menuturkan, dua video itu sama, namun dikirim dua kali pada waktu bersamaan. Keterangan korban menyatakan video dikirim via aplikasi perpesanan pada siang hari pukul 11.58 WIB.

Korban kaget dengan video itu. Sempat mengira salah kirim, korban kemudian menunggu chat lanjutan dari sang camat, barangkali mantan bosnya hendak menarik video dan meminta maaf.

Namun, hingga malam hari, tidak ada pesan lanjutan dari sang camat. Video itu dikirimkan olehnya dan tak ada penjelasan sama sekali.

Karena hal itu, korban merasa direndahkan oleh sang camat. Korban juga sempat mengalami trauma karena peristiwa tersebut yang membuatnya takut keluar rumah.

Akhirnya, korban melaporkan insiden yang dialaminya ke Bupati Boyolali pada April lalu. Namun, korban mengaku mendapatkan intimidasi ketika melakukannya. Sang camat disebutnya telah mengancam dan meminta korban untuk minta maaf.

Sesuai yang dijelaskan Syawalludin, korban kemudian dimintai keterangan oleh BKPSDM Boyolali. Namun, TA menyebut proses pemeriksaan BKPSDM dilakukan dengan cara mediasi. Korban dihadirkan dalam satu forum dan tempat yang sama dengan sang camat.

Dalam forum itu, sang camat mengaku salah kirim. Dalam klaimnya, sang camat hendak mengirim video itu ke istrinya.

Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar