Menuju konten utama

Kritik Heru Polusi Udara Ditiup, PSI: Jangan Diucapkan Lagi

PSI meminta Heru agar melakukan terobosan seperti pengendalian kendaraan bermotor, penerapan tarif parkir tinggi, hingga penindakan kawasan industri.

Kritik Heru Polusi Udara Ditiup, PSI: Jangan Diucapkan Lagi
Tangkayan layar - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (27/9). ANTARA/Indra Arief

tirto.id - Anggota Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian Untayana mengkritik pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur DKI, Heru Budi Hartono yang mengatakan untuk menghilangkan polusi udara di Jakarta dengan cara ditiup.

Anggota Komisi D DPRD DKI itu meminta kepada Heru agar jangan pernah mengucapkan kalimat seperti itu lagi.

"Saya kira kata-kata seperti itu jangan pernah diucapkan lagi," kata Justin kepada wartawan, Selasa (13/6/2023).

Ia mengatakan bahwa polusi udara berdampak terhadap kesehatan kelompok rentan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Penyakit yang diderita mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) hingga gatal-gatal.

"Karena ini masalah kesehatan dan keselamatan warga dan itu tidak murah. Itu bukan suatu hal yang bisa dipandang remeh," ucapnya.

Dirinya meminta kepada Heru agar melakukan langkah-langkah terobosan seperti pengendalian kendaraan bermotor, penerapan tarif parkir yang tinggi, hingga penindakan kawasan industri yang menghasilkan polusi di luar ambang batas yang sudah ditentukan.

"Saya kira kata-kata itu tidak boleh keluar kalau tidak ada langkah pasti yang sudah dilakukan. Itu saya kira menyakiti masyarakat terutama orang tua juga kan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait POLUSI UDARA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri