Menuju konten utama

Korban Lion Air Asal Yogya Bakal Dapat Penghargaan

"Ada penghargaan dan fasilitas yang diberikan untuk beliau, salah satunya jaminan pendidikan untuk anak," kata Iwan.

Korban Lion Air Asal Yogya Bakal Dapat Penghargaan
Jenazah korban kecelakaan Lion Air JT 610 atas nama Herjuno Darpito, diterima oleh pihak keluarga pada Rabu (7/11/2018) di Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. tirto.id/Irwan A Syambudi

tirto.id - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bakal memberikan penghargaan kepada salah satu karyawannya yang menjadi korban kecelakaan Lion Air saat sedang bertugas. Korban yang mendapatkan penghargaan itu adalah Herjuno Darpito, asal Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

"Ada penghargaan dan fasilitas yang diberikan untuk beliau, salah satunya jaminan pendidikan untuk anak," kata General Manager Cabang Pelabuhan Pangkal Balang Nugroho Iwan Prasetyanto saat ikut mengantar jenazah korban ke Gunungkidul, Rabu (7/11/2018).

Iwan yang merupakan atasan langsung korban mengatakan bahwa almarhum Herjuno merupakan orang yang baik. Ia pun sangat berduka dengan kepergian Herjuno yang menurutnya merupakan anak terbaik perusahaan.

Ia menjelaskan sepekan sebelum peristiwa kecelakaan, Herjuno telah mengikuti tes dalam rangka promosi jabatan yang lebih tinggi. Setelah tes diselesaikannya di Jakarta, ia bermaksud untuk kembali ke Pelabuhan Pangkal Balangan tempatnya bekerja.

"Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Allah punya kehendak yang berbeda, dan kita meyakini bahwa kehendak Allah yang paling baik dan kita harus ridho pada kehendaknya," katanya.

Iwan menambahkan, sesuai dengan aturan perusahaan, korban dipastikan akan mendapatkan apresiasi.

"Nanti kantor pusat yang akan melaksanakan itu. Tentunya kita semua apresiasi terhadap beliau secara moral, dan tentunya ada bentuk-bentuk lainnya dari kantor pusat. Nanti mekanisme [penghargaan] seperti apa, perlu tanya lebih lanjut ke SDM," katanya.

Baca juga artikel terkait LION AIR JATUH atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Alexander Haryanto