tirto.id - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah, mengatakan pihaknya masih menunggu penjelasan resmi dari TNI terkait peristiwa penembakan yang disebut terjadi di Kampung Kemburu dan Jigiunggi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
“Sebenarnya justru kita menunggu penjelasan dari TNI sendiri ya bagaimana peristiwa ini terjadi, apa konteks dan latar belakangnya,” kata Anis saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
“Kami juga masih terus mendalami sejumlah informasi data koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk memastikan apakah ada jumlah korban bertambah, baik yang luka maupun yang meninggal dunia,” lanjutnya.
Saat dikonfirmasi terkait jumlah korban, Anis menyebut informasi awal yang diterima Komnas HAM mengarah pada angka 12 orang meninggal dunia di Kampung Kembru.
Selain korban, Komnas HAM juga masih mendalami dampak lain dari peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya pengungsian warga.
“Pengungsian kami masih mendalami ya, apakah ada penambahan. Karena dari peristiwa pada tahun 2024 itu kan ketika kami turun tahun lalu itu kan di [Kabupaten] Puncak itu ada sekitar 60 ribu pengungsi ya,” jelasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Mabes TNI menegaskan bahwa terdapat dua kejadian penembakan berbeda yang sama-sama terjadi pada tanggal 14 April 2026.
Berdasarkan keterangan resmi TNI yang diterima Tirto pada Sabtu (18/4/2026), kejadian pertama terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Papua, di mana berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok OPM dilumpuhkan.
Sementara itu, kejadian kedua juga terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Jigiunggi, Papua. Di Kampung Jigiunggi ini, aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung setempat mengenai adanya seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak.
TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































