Kominfo: Layanan Transportasi Digital Dapat Menurunkan Gini Ratio

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 15 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
Menkominfo Rudiantara mendukung perluasan jangkauan transportasi berbasis online seperti Go-Jek, karena dapat mengurangi tingkat ketimpangan (gini ratio) dalam negeri.
tirto.id - Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rudiantara mengatakan, dengan adanya layanan transportasi berbasis digital dan pembiayaan elektronik (e-payment) seperti yang dilakukan Go-Jek, dapat berperan dalam mengurangi tingkat ketimpangan (gini ratio) dalam negeri.

Alasannya, bisa mempermudah akses transportasi, mempromosikan UMKM, dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

"Bisa membuka lapangan pekerjaan juga," ujar Rudiantara dalam peresmian operasional Sabang dan Merauke di kantor Go-Jek Jakarta pada Rabu (15/8/2018).

Oleh karena itu, ia mendukung perluasan transportasi berbasis teknologi melalui aplikasi Go-Jek, yang telah beroperasi sejak Juni di Sabang dan baru pada hari ini untuk wilayah Merauke.

Semua fasilitas Go-Jek, tidak hanya Go-ride, tapi meliputi juga Go-Food, Go-Mart, Go-Life, Go-Pay dan fasilitas lainnya. Bahkan diharapkan, perluasan transportasi digital beserta fasilitasnya itu dapat mencakup ke berbagai wilayah Indonesia.

Rudiantara sempat menawarkan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim untuk memperluas jangkauannya hingga Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

"Wilayah Puncak Jaya paling tinggi ada ojek, tapi belum Go-Jek. Kalau mau Go-Jek ada di sana akan saya dikenalkan ke Bupatinya. Saya mendukung revolusi layanan transportasi berbasis digital ini," ujarnya.

Lantas, ia menambahkan jika pembangunan Palapa Ring rampung pada akhir 2018, maka pada 2019 revolusi transportasi digital telah sapat diperluas secara signifikan. Semakin efektif, jika wacana satu tarif per kilobite internet di seluruh Indonesia dapat diterapkan.

"Dengan Palapa Ring bisa beri diskon tarif data. Tarif data internet sekarang enggak fair. Di Jakarta 7 kilobite per sekon, harganya lebih murah dibanding di wilayah Indonesia timur. Pokoknya kami mendorong pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis digital," ungkapnya.

CEO Go-Jek, Nadiem Makarim mengatakan, saat ini layanan Go-Jek sebagai aplikasi transportasi online beserta fasilitasnya telah tersebar di 70 lokasi di 140 kabupaten/kota Indonesia, dengan 1 juta driver, 100 juta transaksi per bulan bagi puluhan juta pelanggan.

Berdasarkan Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 2017, Go-Jek berkontribusi meningkatkan pendapatan UMKM sebesar Rp9,9 triliun atau naik 346,2 persen dalam 1 tahun terakhir. Rata-rata volume penjualan UMKM meningkat 2,9 kali semenjak bergabung dengan Go-Food.

Sebesar 65 persen gerai UMKM yang menerima pembayaran dalam bentuk Go-Pay QR Code. Ada 203 ribu mitra UMKM online shop terbantu adanya Go-Send.




Baca juga artikel terkait TRANSPORTASI ONLINE atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Yandri Daniel Damaledo
* Data diambil dari 20 top media online yang dimonitor secara live