tirto.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek telah mulai melakukan pengereman sekitar 1,3 kilometer sebelum menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Hal ini diungkap Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
“Saya ingin menceritakan masinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan,” kata Soerjanto.
Menurut dia, masinis mulai mengurangi laju kereta setelah menerima informasi dari pusat pengendali perjalanan kereta atau PK Timur terkait adanya temperan di perlintasan sebidang. Namun, pengereman yang dilakukan bukan pengereman maksimum.
KA Bromo Anggrek, sebut Soerjanto, membutuhkan sekitar 900 meter hingga 1 kilometer untuk berhenti apabila pengereman maksimum dilakukan.
“Karena dia tahunya dikomunikasi dari pusat kendali, ada temperan di JPL 85, kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35, artinya banyak-banyak klakson,” jelas Soerjanto.
Sebelumnya, berdasarkan kronologi Kemenhub, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur bermula ketika Commuter Line 5568A tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34 WIB atau satu menit lebih awal dari jadwal.
Sementara itu, KA Sawunggalih 116B tiba pada pukul 20.35 WIB dengan keterlambatan lima menit.
Setelah itu, KA Sawunggalih diberangkatkan pada pukul 20.37 WIB dan melintas Stasiun Bekasi Timur pada 20.39. Tak selang lama, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah rel dan pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan menabrak taksi tersebut.
Peristiwa itu lantas memicu kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian.
Soerjanto menjelaskan Commuter Line 5568A yang sebelumnya mengalami keterlambatan 8 menit kemudian tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB. Kereta sempat berjalan, namun kembali berhenti akibat adanya kerumunan warga di sekitar lokasi temperan taksi.
“Kereta tersebut sempat berangkat. Namun, berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” katanya.
Selanjutnya, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB atau tiga menit lebih cepat dari jadwal dengan kecepatan 108 kilometer per jam. Tabrakan kemudian terjadi pada pukul 20.52 WIB.
Dudy mengatakan Kemenhub menghormati proses investigasi yang masih dilakukan KNKT secara independen dan transparan.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id




























