tirto.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan sinyal untuk KA Argo Bromo Anggrek masih berwarna hijau sebelum menabrak Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Padahal, sebelumnya terjadi insiden Commuter Line tertemper mobil taksi di perlintasan Bekasi Timur.
“KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau atau berwarna hijau,” kata Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (21/5/2026).
Saat menjelaskan itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus kemudian mempertanyakan mengapa sinyal keberangkatan Argo Bromo masih hijau padahal di depan sudah terjadi gangguan akibat temperan sebelumnya.
“Harusnya merah, kan, pak ya? Karena di depan ada obstacle,” kata Lasarus dalam rapat tersebut.
Lasarus kemudian mempertanyakan lagi apakah sinyal itu yang membuat kereta tetap bergerak, Soerjanto mengonfirmasinya.
“Berarti di situ, itu kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia bergerak?,” tanya Lasarus.
“Maka dia bergerak,” jawab Soerjanto
Soerjanto juga mengonfirmasi insiden temperan taksi sudah terjadi ketika Argo Bromo mulai bergerak meninggalkan Stasiun Bekasi.
Ia juga mengungkap KA Argo Bromo Anggrek melaju lebih cepat tiga menit dibanding jadwal dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA).
Saat ditanya Lasarus apakah kereta itu tak patuh terhadap GAPEKA, Soerjanto menyebut masih akan menganalisis lebih lanjut.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































