Menuju konten utama

Klarifikasi Kiki Masterchef Indonesia Soal Isu Executive Chef

Benarkah Kiki merupakan executive chef? Berikut ini klarifikasi Kiki yang disebut-sebut merupakan executive chef dan sudah berpengalaman menjadi koki.

Klarifikasi Kiki Masterchef Indonesia Soal Isu Executive Chef
Kiki. Instagram/kiki.mci11/Masterchefina

tirto.id - Kontroversi Masterchef Indonesia musim 11 tahun 2023 tak kunjung selesai hingga kini. Terbaru, Kiki MCI alias sang runner-up dituding pernah menjadi Executive Chef sebelum ikut ajang memasak tersebut.

Kiki atau pemilik nama lengkap Rizkisyah Putra Singarimbun merupakan runner-up ajang MCI (Masterchef Indonesia) season 11.

Pada partai final, ia dikalahkan Belinda Christina Sianto yang finis sebagai juara. Pada saat itu, kemenangan Belinda sebenarnya sudah menimbulkan pro kontra lantaran terkait faktor Chindo.

Publik menilai Belinda yang termasuk Chindo (China Indonesia) lebih diuntungkan hingga menjadi juara. Belum reda urusan tersebut, warganet kini dikagetkan tentang isu Kiki yang ternyata pernah bekerja sebagai Executive Chef di sejumlah restoran dan hotel.

Bahkan, Chef Arnold alias Arnold Poernomo, salah satu juru MCI 2023 sampai harus turun tangan untuk meredakan isu tersebut.

Kiki Masterchef adalah Executive Chef?

Isu tentang Kiki Masterchef yang seorang Executive Chef itu awalnya diunggah salah satu akun via media sosial X.

Sang pemilik akun menampilkan sebuah cuitan dari Chef Arnold. Juri MCI 2023 ini menyampaikan pesan:"Sudah baik kita tidak diskualifikasi. Sudah cukup sampai disitu. Sisanya kita bahas ber-3,".

Cuitan Chef Arnold diduga menjawab sebuah cuitan lain. Sebelumnya, sebuah akun menampilkan sederet pengalaman kerja Kiki. Tak hanya itu, sang pemilik juga turut mengunggah sejumlah pekerjaan yang pernah dijalani Belinda.

Melalui tampilan layaknya CV (Curriculum Vitae), Kiki dituliskan mempunyai sederet pengalaman kerja yang sangat banyak, termasuk executive chef di 3 tempat yang berbeda. Di antara pengalaman Kiki sebelum ikut ajang MCI ialah:

  • Executive Chef Oito Coffe Bistro & Meatsuka Japanese BBQ (2021-2023)
  • Executive Chef Kesain Hotel & Resort (2020-2021)
  • Executive Chef Rudang Hotel & Resort (2019-2020)
  • Junior Sous Chef Grand Mercure Medan (2018-2019)
  • Part time Chef de Partie Grand cambridge Medan (2017)
  • Part time Commis JW Marriot Medan (2015-2016)
  • Part time Steward & Helper Grand Aston Medan (2015)
Tak kalah mentereng, Belinda juga dituliskan sudah berpengalaman sebagai seorang chef di sejumlah tempat di Australia dan Selandia Baru.

Sama seperti Kiki, Belinda turut dibuatkan CV dan tertera beberapa pengalaman. Di antaranya Chef De Partie Hastings People (Australia) dan Demi Chef De Partie (Selandia Baru).

Menyikapi tudingan yang menyatakan dirinya mantan Executive Chef, Kiki menanggapi dengan santai. Menurutnya, tidak mungkin seseorang yang baru berusia 19 tahun seperti dirinya sudah berpengalaman menjadi Executive Chef.

Jika ditarik ke belakang, masih menurut Kiki, artinya ia hanya butuh waktu selama setahun setelah lulus sekolah untuk menjadi seorang executive chef. Oleh sebab itu, tidak mungkin bagi dirinya yang belum genap 20 tahun sudah pernah menjabat Executive Chef di restoran maupun hotel.

"Kok bisa umur 19 tahun sudah jadi executive chef, nah makanya, lu percaya nggak gitu lho," ucap Kiki, dalam sebuah tayangan live di TikTok.

"Umur 19 tahun jadi executive chef berarti cuma lulus setahun sudah jadi executive chef. Ya begitulah. Doakan aku ingin berkarir di dunia F and B," lanjutnya.

Masterchef Indonesia sendiri merupakan sebuah ajang pencarian bakat memasak dan diikuti peserta yang masih amatir alias belum berpengalaman di bidang tersebut.

Sebelumnya juga sempat beredar isu yang menyatakan bahwa pihak MCI mengaku kecolongan usai diketahui Kiki ternyata seorang executive chef. Ada dugaan, penyebar CV Kiki serta Belinda via X ternyata hoaks.

Baca juga artikel terkait KIKI MASTERCHEF atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra