Kewalahan Terima Pasien COVID-19, Sejumlah RS di DIY Tutup IGD

Reporter: Irwan Syambudi, tirto.id - 28 Jun 2021 10:29 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur RS COVID-19 di Yogyakarta mencapai 86 persen.
tirto.id - Sejumlah rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (UGD) lantaran sudah kewalahan menerima pasien COVID-19 yang terus bertambah.

Salah satunya di Jogja International Hospital (JIH) Kabupaten Sleman. Mereka menutup IGD sejak Minggu (27/6/2021) hingga Senin (28/6/2021) pukul 12.00 WIB.

"Betul [penutupan IGD karena lonjakan pasien COVID-19] sehingga kapasitas untuk ruang isolasi IGD full. Pagi ini masih full, masih menunggu antrean masuk ke bangsal isolasi," kata Humas JIH Febriana Endah Sari, Senin (28/6/2021).

Menurut Febriana, JIH memiliki 37 bangsal isolasi dan 1 Icu Isolasi, tetapi semuanya sudah terisi. Sedangkan yang masih menunggu di IGD ada enam pasien COVID-19.

Di RS Bethesda Kota Yogyakarta juga terjadi hal serupa, mereka sempat menutup IGD dari Minggu hingga Senin pagi lantaran pasien COVID-19 masih banyak yang mengantre.

"Update terakhir pagi ini, IGD RS Bethesda zona hijau sejak kemarin sudah menerima pasien baru. IGD zona merah (khusu pasien COVID-19) diberlakukan sistem buka tutup, kalau bed tersedia kami terima, kalau sudah penuh kami arahkan ke RS rujukan lain," kata Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Adhiyanto Priambodo, Senin.

RS Bethesda punya punya tempat tidur isolasi pasien COVID-19 dewasa sebanyak 39 dam untuk anak 14. Hingga Senin pagi tempat isolasi masih penuh sehingga pasien di IGD belum bisa masuk.

Jumlah pasien di IGD pun kata dia sudah melebihi kapasitas. "Di IGD zona merah kapasitas saat ini 12 tempat tidur, data pagi ini terisi 14 pasien," ujar Adhiyanto.

RS Panti Rapih Yogyakarta juga demikian, mereka sempat menutup IGD sampai Minggu pagi. Namun sekarang IGD sudah dibuka, "antrean pasien sudah terurai," kata Kepala Humas RS Panti Rapih Maria Vita, Senin.

Lonjakan pasien COVID-19 di DI Yogyakarta terus terjadi, pada hari Minggu, penambahan kasus baru mencapai 830 pasien. Penambahan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang pandemi.

Lonjakan kasus turut mempengaruhi penamabahan pasien di rumah sakit. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan bed occupancy rate (BOR) atau persentase keterisian tempat tidur RS COVID-19 di Yogyakarta makin kritis. Per 27 Juni 2021 BOR mencapai 86 persen.

Berikut BOR masing-masing kabupaten/kota di Yogyakarta;

1. Kulon Progo 75%

2. Sleman 85%

3. Bantul 85%

4. Gunung Kidul 81%

5. Kota Yogyakarta 93%


Baca juga artikel terkait KASUS CORONA DI JOGJA atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight