Menuju konten utama

Ketua DPR Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir Bali

Puan mengingatkan bahwa banjir Bali tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mempengaruhi citra Indonesia di tingkat global.

Ketua DPR Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir Bali
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani meminta agar pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat dalam menangani dampak banjir yang melanda sebagian besar wilayah Bali beberapa waktu lalu. Menurut Puan, bencana ini merupakan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyatnya dan memastikan program pemulihan berjalan efektif.

“Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi. Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat," kata Puan dalam keterangannya dikutip Jumat (12/9/2025).

Menurut Puan, sejumlah langkah teknis seperti distribusi bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, hingga kebutuhan khusus bagi bayi, anak, dan lansia perlu segera dilakukan. Hal itu, katanya, juga harus diikuti dengan penyediaan tempat pengungsian yang layak dilengkapi fasilitas kesehatan darurat, serta akses pendidikan sementara bagi anak-anak terdampak.

"Pendataan akurat dan transparan atas korban jiwa, kerugian material, dan jumlah pengungsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran," tambah Puan.

"Dan pemulihan infrastruktur vital seperti jalan utama, jembatan, drainase, dan pasar rakyat yang lumpuh akibat banjir," imbuhnya.

Selain itu, Puan juga meminta Pemerintah melakukan penguatan mitigasi jangka panjang, melalui audit tata ruang, penataan daerah aliran sungai (DAS), reboisasi kawasan hulu, hingga pembangunan sistem drainase perkotaan yang lebih memadai. Dia juga berharap komunikasi publik dapat dilakukan dengan baik agar masyarakat tidak kebingungan.

“Jangan sampai warga hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Pemerintah daerah dan pusat harus hadir nyata di lapangan dengan langkah konkret,” ungkap Puan.

Lebih jauh, Puan menyebut bahwa peran Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia membuat kerugian ekonomi akibat banjir bukan hanya ditanggung masyarakat lokal, tetapi juga berkaitan dengan citra Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, politikus PDIP ini meminta agar pemulihan dilakukan secara menyeluruh.

“Jangan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kecil, para pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM mendapatkan dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk,” jelasnya.

“Bencana ini adalah pengingat bahwa negara harus hadir secara nyata. Bali harus segera pulih, dan DPR RI akan mengawal agar proses pemulihan berjalan transparan, cepat, dan berpihak pada masyarakat,” tambah Puan.

Sebagai informasi, bencana banjir yang terjadi di Bali mengakibatkan korban tewas dan hilang. Berdasarkan data BNPB per Kamis (11/9/2025) pukul 11.00 WIB, mencatat total korban meninggal dunia berjumlah 14 orang dan dua orang di Denpasar masih dalam pencarian.

Baca juga artikel terkait BANJIR BALI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher