tirto.id - Kenapa Persib juara Super League 2025/26 meskipun poin mereka sama dengan Borneo? Bahkan, selisih gol Pesut Etam yang +43 lebih banyak daripada Maung Bandung. Lalu, kenapa pula Persis Solo harus degradasi meski di klasemen akhir pekan 34 mereka mengoleksi poin yang sama dengan PSM, yaitu 34 angka?
Dalam laga pemungkas Super League 2025/26 yang digelar pada Sabtu (23/5/2026), Persib Bandung hanya bisa bermain imbang 0-0 kontra Persijap Jepara di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. Hal tersebut membuat koleksi poin Maung Bandung mencapai 79 angka dari 34 laga. Pangeran Biru tercatat menang 24 kali, seri 7 kali, dan kalah 3 kali.
Di sisi lain, Borneo FC menutup musim dengan spektakuler lewat kemenangan besar 7-1 atas Malut United pada Sabtu (23/5). Jumlah angka Pesut Etam pun sama persis dengan Persib, yaitu 79 poin. Dari total 34 kali bertanding, Borneo FC memang kalah 5 kali, tetapi tercatat menang 25 kali dan seri 4 kali.
Jika melihat jumlah kemenangan Borneo FC, mereka mencatatkan 25 kemenangan. Sebaliknya, Persib hanya 24. Yang menarik adalah selisih gol. Pesut Etam memiliki +43 gol. Goal difference ini jauh di atas Persib Bandung yang hanya +37 gol, atau terpaut 6 gol. Lantas, mengapa bukan Bornoe FC yang juara Super League 2025/26, melainkan Persib Bandung?
Regulasi Super League 2025/26: Head to Head atau Selisih Gol?
Dalam regulasi Super League 2025/26, pembeda peringkat klub di klasemen adalah jumlah poin. Namun, jika ada dua tim atau lebih yang memiliki poin yang sama, terdapat head to head sebagai sebagai indikator utama pemecah kebuntuan poin (tie-breaker).
Hal ini tertuang dalam Pasal 7 ayat 4 poin b, yang berbunyi, "Apabila terdapat 2 (dua) Klub atau lebih memiliki jumlah poin yang sama, maka penentuan peringkat ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria dan urutan". Yang pertama adalah "head-to-head dengan urutan kriteria sebagai berikut.
- jumlah poin yang lebih tinggi didapat masing-masing Klub dari Pertandingan-Pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara Klub- Klub terkait yang memiliki jumlah poin yang sama;
- selisih gol yang lebih baik dari masing-masing Klub dari Pertandingan- Pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara Klub-Klub terkait yang memiliki jumlah poin yang sama;
- jumlah gol memasukkan masing-masing Klub dari Pertandingan-Pertandingan yang telah dimainkan hanya di antara Klub-Klub terkait yang memiliki jumlah poin yang sama
Karena regulasi mengedepankan aspek Head-to-Head, hasil pertemuan langsung antara Persib dan Borneo FC pada Super League 2025/26 jadi kunci. Dalam perjumpaan putaran pertama, Maung Bandung menang 3-1 atas Borneo FC di kandang. Sementara itu, di putaran kedua, Persib bisa menahan Pesut Etam 1-1.
Secara akumulasi poin dari dua pertemuan langsung tersebut, Persib mengoleksi 4 poin (1 kali menang, 1 kali imbang) sedangkan Borneo FC hanya mengemas 1 poin. Berkat keunggulan poin Head-to-Head inilah, Persib secara sah dinobatkan sebagai juara Super League 2025/26. Ini merupakan gelar juara Liga Indonesia ketiga secara beruntun bagi Persib, mengulang memori musim 2023/24 dan 2024/25.
Sebagai kompensasi posisi pertama di klasemen akhir Super League 2025/26, Persib berhak melaju ke babak play-off FC Champions League Two 2026–27. Sementara itu, Borneo FC harus puas mengamankan tiket fase grup AFC Challenge League 2026–27.
Kasus serupa terjadi urusan degradasi. Mengapa Persis Solo terdegradasi dan PSM Makassar selamat? Padahal, di klasemen akhir, kedua tim sama-sama mengoleksi poin yang sama, 34 angka dari 34 laga. Rekor mereka pun identik, yaitu sama-sama 8 menang, 10 seri, dan 16 kalah. Lagi-lagi, ini tidak terlepas dari rekor head to head Juku Eja dan Laskar Sambernyawa di Super League 2025/26.
Dalam laga putaran pertama, Persis Solo kalah 3-4 dari PSM. Sementara itu, dalam pertandingan putaran kedua, duel PSM vs Persis berakhir imbang 1-1. Atas hasil inilah, Persis kalah head to head dari PSM. Laskar Sambernyawa hanya mengumpulkan 1 poin dari 2 laga kontra PSM, sedangkan Juku Eja 4 angka.
Berikut ini klasemen akhir Super League 2025/26 update terakhir Sabtu (23/5).
| Peringkat | Tim | M | M | S | K | SG | Poin |
| 1 | Persib | 34 | 24 | 7 | 3 | +37 | 79 (head to head: Persib 4 angka, Borneo 1 angka) |
| 2 | Borneo Samarinda | 34 | 25 | 4 | 5 | +43 | 79 (head to head:Borneo 1 angka, Persib 4 angka) |
| 3 | Persija | 33 | 21 | 5 | 7 | +33 | 68 |
| 4 | Persebaya | 34 | 16 | 10 | 8 | +26 | 58 |
| 5 | Malut United | 34 | 15 | 8 | 11 | +15 | 53 |
| 6 | Bhayangkara Presisi | 34 | 16 | 5 | 13 | +8 | 53 |
| 7 | Dewa United Banten | 34 | 16 | 5 | 13 | +7 | 53 |
| 8 | Bali United | 34 | 14 | 9 | 11 | +9 | 51 |
| 9 | Arema | 34 | 13 | 9 | 12 | +6 | 48 |
| 10 | Persita | 34 | 13 | 6 | 15 | +1 | 45 (head to head: Persita 6 angka, PSIM 0 angka) |
| 11 | PSIM | 34 | 11 | 12 | 11 | −1 | 45 (head to head: PSIM 6 angka, Persita 0 angka) |
| 12 | Persik | 34 | 11 | 6 | 17 | −19 | 39 |
| 13 | Persijap | 34 | 9 | 9 | 16 | −14 | 36 |
| 14 | Madura United | 34 | 9 | 8 | 17 | −17 | 35 |
| 15 | PSM | 34 | 8 | 10 | 16 | −10 | 34 (head to head: PSM 4 angka, Persis 1 angka) |
| 16 | Persis | 34 | 8 | 10 | 16 | −20 | 34 (head to head: Persis 1 angka, PSM 4 angka) |
| 17 | Semen Padan | 33 | 5 | 5 | 23 | −40 | 20 |
| 18 | PSBS | 34 | 4 | 6 | 24 | −64 | 18 |
Catatan: untuk Malut United, Bhayangkara, dan Dewa United yang sama-sama mengoleksi 53 poin, pemeringkatan dilakukan secara bertahap. Yang pertama, terlebih dahulu diukur via klasemen mini dari 3 klub tersebut. Dewa United jadi yang terendah karena hanya 1 menang dari 4 laga, sedangkan Bhayangkara 3 menang, dan Malut 2 menang. Namun, setelah itu barulah aturan head to head diterapkan hanya untuk 2 klub teratas dari klasemen mini tersebut, yaitu Bhayangkara dan Malut. Hasilnya, kedua tim saling mengalahkan (sama-sama 3 angka) dan selisih gol sama pula (+0). Atas dasar itu, yang dipakai berikutnya adalah selisih gol, dan Malut yang +15 lebih unggul daripada Bhayangkara yang +8.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id




























