Menuju konten utama

Kenapa Ozzy Osbourne Disebut Prince of Darkness?

Kenapa Ozzy Osbourne disebut Prince of Darkness? Cek lirik lagu "Black Sabbath" dan kisah yang menjadi awal munculnya julukan Pangeran Kegelapan.

Kenapa Ozzy Osbourne Disebut Prince of Darkness?
Ozzy Osbourne tampil di Stadion SoFi pada 8 September 2022 di Inglewood, California. AFP/Kevork Djansezian/Getty Images
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kenapa Ozzy Osbourne disebut dengan julukan Prince of Darkness? Osbourne, yang meninggal di Birmingham, Inggris pada Selasa (22/7/25) waktu setempat, mendapatkan julukan ini pada awal 1970-an ketika Black Sabbath mulai muncul ke permukaan.

"Dengan kesedihan yang tak terlukiskan, kami harus melaporkan bahwa Ozzy Osbourne yang terkasih telah meninggal dunia pagi ini. Beliau bersama keluarganya dan dikelilingi oleh cinta. Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga kami saat ini," pernyataan resmi keluarga sang legenda dikutip NPR.

Sepanjang kariernya di dunia musik, Ozzy Osbourne menghasilkan puluhan hits dengan album yang terjual lebih dari 100 juta kopi. Ia dimasukkan ke dalam Rock and Roll Hall of Fame, atas kiprahnya bermusik, baik sebagai vokalis Black Sabbath maupun sebagai solois.

Ozzy Osbourne tercatat memiliki 8 album bersama Black Sabbath, sejak album self titled yang rilis pada 1970 hingga Never Say Die (1978). Ia juga membantu band tersebut merilis album terakhir mereka, 13 pada 2013 lalu.

Dalam perjalanan karier sebagai artis solo, sang pencipta lagu nomor wahid ini merilis total 13 album. Ini dimulai dari album Blizzard of Ozz pada 1980, atau sekitar setahun sejak Osbourne dipecat bandnya karena ketergantungan alkohol dan obat terlarang.

Dari semua karier gemilang sang legenda hingga akhir hayat, mengapa ia mendapatkan julukan Prince of Darkness atau Pangeran Kegelapan? Istilah "princeps tenebrarum" sudah muncul sejak abad ke-4, lantas digunakan oleh John Milton, penyair Inggris, dalam Paradise Lost sebagai istilah bagi Setan. Lantas, apakah ini ada kaitannya dengan Ozzy Osbourne?

Kenapa Ozzy Osbourne Disebut Prince of Darkness?

Julukan Prince of Darkness yang melekat pada Ozzy Osbourne datang bukan dari dirinya sendiri, melainkan dari fans yang melabeli sang vokalis Black Sabbath. Istilah Prince of Darkness untuk Osbourne itu meluncur pada awal 1970-an, kala Black Sabbath sedang naik daun.

Saat itu, citra band ini berbeda dari kebanyakan grup rock lain. Mereka tampil dengan nuansa kelam, lirik yang suram, dan musikalitas yang pekat, lengkap dengan distorsi serta tempo lambat. Ini mengesankan ketegangan dan horor.

Ketika itu, band ini memainkan opening untuk lagu "Black Sabbath". Lagu sepanjang 6 menit 16 detik itu disebut-sebut sebagai lagu heavy metal pertama yang benar-benar “menakutkan.” Liriknya ditulis Osbourne berdasarkan kisah nyata yang dialami bassist Geezer Butler.

Lagu ini bermula dari pengalaman Geezer Butler yang pada masa muda terobsesi pada okultisme. Ia mengecat apartemennya dengan warna hitam, dan meletakkan salib terbalik di dinding. Ia diberi Osbourne sebuah buku yang penuh bahasa latin dan gambar setan.

Sempat terlelap, begitu terjaga Butler melihat sosok hitam besar yang berdiri di sudut tempat tidurnya. Kala Osbourne mendengar kisah ini, ia menulis lirik pembuka Black Sabbath, "What is this that stands before me?

Figure in black which points at me."

Lirik lagu "Black Sabbath" yang dilatarbelakangi kisah Butler yang membuat merinding, ditambah dengan nuansa dan nada yang kelam, penuh beban, dan pekat, demikian ikonik

Reaksi penonton saat lagu ini dibawakan secara langsung seringkali intens, bahkan histeris. Banyak yang mengira Black Sabbath adalah pemuja setan. Sejak saat itu, citra "gelap" band ini tak terbendung. Dari sinilah tercetus julukan Pangeran Kegelapan untuk Osbourne sang vokalis.

"Mereka pikir kami teman Setan atau semacamnya. Saat itulah semua kekacauan Pangeran Kegelapan dimulai," papar Osbourne kepada NME pada 2016.

Julukan Prince of Darkness yang didapatkan Ozzy Osbourne ini makin kuat seiring dengan gaya teatrikal Black Sabbath dalam berbagai konser. Identitas yang dibangun oleh band ini juga cocok. Mereka bukan sekadar band heavy metal biasa. Lagu-lagu Black Sabbath membahas tema seputar kematian, kegilaan, perang, depresi, hingga kehampaan spiritual.

Julukan Prince of Darkness bukan sekadar lelucon atau persona panggung. Meskipun awalnya terjadi begitu saja, julukan tersebut memang layak untuk Ozzy Osbourne, sang simbol bagi generasi yang menemukan makna di balik gelapnya dunia.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya