Menuju konten utama

Kenapa Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Rusak Secepat Itu?

Jembatan gantung Pongpet di Pangandaran mengalami kerusakan setelah diresmikan oleh Bupati Citra Pitriyami. TNI AD telah menjelaskan penyebab kerusakan.

Kenapa Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Rusak Secepat Itu?
Jembatan Gantung Pangandaran Anjlok Usai Diresmikan. x/@wardanax19
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet di Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan usai diresmikan pada Minggu (30/8/2026) lalu.

Jembatan yang dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran dan YON TP Pangandaran itu mengalami perubahan posisi ketika sejumlah pejabat dan rombongan melintas di fasilitas tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami; Dandim 0625 Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan; Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pangandaran, Ling Ling Nugraha Senjaya; serta sejumlah rombongan lewat jembatan sepanjang 60 meter tersebut. Jumlah rombongan kurang lebih 50 orang.

Saat mereka berada di tengah jembatan, strukturnya mengalami kerusakan. Ada tali sling yang lepas. Untungnya, sebagian tali penyangga masih mampu menahan jembatan sehingga orang-orang yang berada di atasnya dapat segera dievakuasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah orang mengalami luka.

Bupati Pangandaran Citra Pritriyami dilaporkan mengalami memar pada bagian tangan setelah terbentur kawat jembatan. Kepala Dinas PU Ling Ling Nugraha Senjaya juga mengalami luka lecet.

Video yang merekam kejadian tersebut kemudian beredar di internet. Dalam rekaman, terlihat kondisi jembatan berubah ketika rombongan tengah melintas.

Usai kejadian, jembatan ditutup sementara dan proses perbaikan dilakukan. Jembatan Gantung Pongpet sendiri dibangun untuk membantu aktivitas warga serta menjadi akses menuju Kampung Budaya Margacinta, salah satu objek wisata di Pangandaran yang dikenal dengan tradisi Badud.

Jembatan Rusak Karena Kelebihan Beban

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan kondisi yang terjadi pada Jembatan Gantung Pongpet.

Menurut Donny, jembatan yang berada di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, itu mengalami perubahan posisi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Jumlah ini melampaui kapasitas maksimal yang telah ditentukan.

Akibatnya, tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama. Hal itu menyebabkan jembatan menjadi miring.

Jembatan Gantung Pangandaran

Jembatan Gantung Pangandaran Anjlok Usai Diresmikan. x/NyxNara

Donny juga meluruskan penyebutan kejadian tersebut sebagai “ambruknya” jembatan. Menurutnya, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya.

“Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” kata Donny dalam keterangan resminya yang dikutip Tirto pada Rabu (2/9/2026).

Sebelumnya, Kodim 0625/Pangandaran telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan jembatan. Papan pemberitahuan mengenai kapasitas dan ketentuan penggunaan juga telah dipasang di sisi fasilitas tersebut.

Namun, ketentuan itu ternyata tidak diindahkan setelah prosesi peresmian. Antusiasme warga membuat lebih dari 50 orang lalu melintas secara bersamaan.

“Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran,” tutur Donny.

Jembatan Ditutup Sementara untuk Evaluasi

Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan. Donny mengatakan, jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat. Perbaikan dan evaluasi teknis masih dilakukan untuk memastikan keamanan serta kelayakan jembatan sebelum kembali digunakan.

“Evaluasi meliputi pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta kapasitas maksimal jembatan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi dalam kondisi aman sekaligus menyempurnakan pengaturan penggunaan jembatan ke depan,” paparnya.

Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran sebagai bagian dari upaya membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan selesai.

TNI AD memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Langkah tersebut mencerminkan komitmen TNI AD untuk terus hadir bersama masyarakat, membantu mengatasi kesulitan di lapangan, serta memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan kelayakan penggunaannya,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait JEMBATAN GANTUNG atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - News Plus
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Ilham Choirul Anwar