Menuju konten utama

Kemensos Berdayakan KPM Bansos di DIY-Jateng Jadi Penjual Roti

Kemensos dan PT Sari Roti bekerja sama memberdayakan ratusan penerima bansos PKH di DIY-Jateng agar bisa lebih sejahtera serta keluar dari kemiskinan.

Kemensos Berdayakan KPM Bansos di DIY-Jateng Jadi Penjual Roti
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono secara simbolis melakukan peluncuran program dengan melepas sebanyak 100 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) merilis program pemberdayaan yang membantu penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah DIY dan Jawa Tengah mendapatkan pekerjaan baru.

Pada tahap awal, Kemensos berkolaborasi dengan PT Sari Roti dalam memberdayakan 417 keluarga penerima manfaat (KPM) PKH untuk bekerja sebagai penjual roti.

Program pemberdayaan ini secara resmi diluncurkan oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026).

Di tempat itu, Agus Jabo secara simbolis melepas 100 penerima bansos PKH yang menjadi penjual roti keliling menggunakan sepeda.

"Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti, Sari Roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Gusti Allah," kata Agus Jabo.

"Bismillahirrahmanirrahim. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya," lanjutnya.

Seremoni tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur, sekaligus perwakilan dari PT Sari Roti yang terdiri dari Regional Manager Andi Bramantya Saputra dan Channel Development MBS Ulfa Utami.

Jembatan untuk Keluar dari Kemiskinan

Kepada para penerima manfaat bantuan, Agus Jabo menjelaskan program pemberdayaan ini merupakan awal dari "jembatan emas" untuk menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Dia berharap para penerima manfaat program bisa keluar dari jurang kemiskinan sekaligus hidup lebih bahagia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah [kolaborasi] dengan Sari Roti dengan Kamensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu, kata Pak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.

Agus Jabo pun berpesan kepada para penerima manfaat program untuk selalu bersemangat dalam bekerja dan mencari pendapatan. Ke depan, para pendamping PKH siap memberikan pendampingan lanjutan kepada mereka.

"Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," katanya.

Skema Pemberdayaan

Menurut Regional Manager PT Sari Roti Andi Bramantya Saputra, sinergi dengan Kemensos dalam program ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberdayakan warga kurang mampu. Adapun fokus utama program adalah pemberdayaan KPM PKH.

"Untuk teknisnya kita akan mencari dan bekerja sama dengan pendamping [PKH] itu untuk KPM yang secara prioritasnya kita bisa bantu untuk berdaya," ujar Andi.

Sebanyak 417 KPM PKH dari DIY dan Jawa Tengah yang diberdayakan menjadi penjual roti keliling merupakan bagian dari tahap awal implementasi program. Mereka pun memperoleh pinjaman fasilitas, pendampingan, dan pelatihan untuk menunjang aktivitas berjualan roti keliling.

"Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda. Yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada [pinjaman] box motor juga. Nanti setelah itu ada pendampingan, ada training. Baru nanti jualan di lapangan dan didampingi oleh tim kita," kata Andi.

"Ini prosesnya, ini selamanya akan kita pinjamkan. Jadi nanti ada proses ketika aset itu rusak, nanti akan diganti dengan yang baru," tambahnya.

Selama tiga bulan pertama, PT Sari Roti menerapkan sistem komisi bagi hasil. Setelah itu, sistem akan berubah menjadi penggajian. Namun, detail sistem penggajian tersebut masih dalam proses diskusi antara Kemensos dan PT Sari Roti.

"Jadi untuk penunjang mereka, supaya mereka juga berdaya, kita [terapkan] sistem komisi. Nanti setelah itu kita akan ada sistem penggajian. Komisi apa yang mereka jual, nanti akan ada komisi harian dan ada komisi bulanan. Itu di tiga bulan pertama. Setelah itu nanti proses penggajian," jelas Andi.

Di tahap berikutnya, lanjut Andi, perusahaan bakal melakukan filterisasi untuk menyaring peserta program berdasarkan potensi kemampuannya masing-masing.

Dengan begitu, mereka tidak hanya diberdayakan sebagai penjual roti keliling atau howker. Peserta program yang memiliki latar belakang tertentu bakal diberikan kesempatan untuk berkembang seperti menjadi karyawan PT Sari Roti atau mendapatkan pelatihan UMKM.

"Misalkan ada KPM yang memang pendidikannya mumpuni, itu nanti kita akan rekrut untuk menjadi salesman eksekutif di distributor. Kemudian, nanti ada ibu-ibu yang misalkan memang tidak bisa bergerak luas, itu nanti ada UMKM roti olahan Sari Roti. Jadi semua itu akan berdaya," pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis