Kekuatan Militer Arab Saudi 2019: Persenjataan Hingga Sumber Daya

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 24 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kekuatan militer Arab Saudi menjadi militer terkuat ke-5 di kawasan Timur Tengah setelah Turki, Mesir, Israel, dan Iran.
tirto.id - Arab Saudi memiliki kekuatan militer ke-25 dari 137 negara dengan power indeks 0,4286 (0,0000 adalah titik sempurna) berdasarkan sistem ranking Global Fire Power.

Negara di Timur Tengah yang berpopulasi 33 juta jiwa ini memiliki personel militer sebanyak 230 ribu dan semuanya aktif dan tidak ada personel cadangan. Militer Arab Saudi memiliki 3 sektor, angkatan udara (AU), angkatan darat (AD), dan angkatan laut (AL).

Angkatan udara Arab Saudi memiliki 244 penyerang dengan total 325 serangan, serta 49 transportasi militer dengan 207 personel dalam pelatihan.

Sementara itu, jumlah helikopter yang dimiliki AU Arab Saudi adalah sebanyak 254 buah, 34 di antaranya adalah helikopter penyerang.

Di sektor AD, Arab Saudi memiliki 1.062 tank perang. Selain itu, 11,1 ribu kendaraan perang membuat Arab Saudi menempati rangking 4 di seluruh dunia.

AD juga memiliki 705 artileri otomatis, 1,8 ribu artileri manual, dan 122 proyektor roket. Peralatan militer AD Arab Saudi dari tahun 1930-an hingga sekarang terangkum dalam Military Factory.

Militer AL diperkuat dengan kepemilikan 7 frigate, 4 corvet, 9 kapal pengintai, dan 3 pangkalan perang.

Untuk menunjang kemiliteran, minyak merupakan faktor penting bagi Arab Saudi. Kemiliteran Arab Saudi mengonsumsi 3 juta barel dari total produksi dalam negeri 10,13 juta barel per hari.

Diperkirakan, Arab Saudi memiliki cadangan minyak berlimpah, yaitu 266,5 miliar barel. Selain minyak, faktor lainnya juga turut mendukung, seperti 12,3 juta personel yang bekerja di sektor militer.

Selain itu, ada 357 perdagangan yang berkaitan dengan kekuatan maritim Arab Saudi. Ruas jalan di Arab Saudi meencapai 221,3 km dan jalur rel 1,3 ribu, dengan 214 bandara aktif.

Setiap tahunnya, militer Arab Saudi menghabiskan 70 miliar dolar AS. Jumlah tersebut, menurut Forbes, diperkirakan mengambil 10% produk domestik bruto Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi berjanji untuk menyediakan persenjataan apapun untuk digunakan oleh pasukannya. Alokasi anggaran Arab Saudi juga disebut lebih banyak di sektor militer daripada pendidikan (51,19 miliar dolar AS) dan sektor kesehatan (39,2 miliar dolar AS).


Dengan dukungan keuangan, kuantitas, dan jumlah personel, militer Arab Saudi menjadi salah satu yang paling komplit dari segi fasilitas. Selain itu, Forbes menyebut militer Arab Saudi menjadi militer terkuat ke-5 di kawasan Timur Tengah setelah Turki, Mesir, Israel, dan Iran.

Namun, kekuatan semacam itu menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas militer Saudi karena selama perang tiga tahun di perbatasan Yaman, belum ada tanda-tanda kemenangan di pihak Arab Saudi.

Bussiness Insider menulis, sejak tiga tahun lalu, pasukan Arab Saudi, dibantu oleh beberapa pasukan dari Teluk Arab mendukung presiden Yaman yang dikudeta, Adrabbuh Mansur Hadi melawan pemberontak Houthi, yang didukung oleh Iran.

Houthi masih menempati kota-kota besar Yaman dan ibu kotanya, Sana’a. Ditambah lagi, Houthi berhasil melancarkan serangan-serangan yang melumpuhkan, seperti serangan bertubi-tubi di perbatasan, penyerangan kapal Emirat dan Saudi, dan meluncurkan misil balistik ke pusat kota Riyadh, Ibukota Arab Saudi.


Baca juga artikel terkait KEKUATAN MILITER atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight