Menuju konten utama

Kekuatan Militer Israel 2019, dari Persenjataan hingga Teknologinya

Israel duduki posisi ke-17 sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di dunia.

Kekuatan Militer Israel 2019, dari Persenjataan hingga Teknologinya
Militer Israel. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/wsj/cfo

tirto.id - Israel dikeliling musuh besar. Sejak 1950, Israel kerap menjadi sasaran ancaman perang yang terus berlanjut hingga saat ini. Serang di jalur Gaza pun tak pernah mereda.

Ancaman yang yang datang membuat Israel terus meningkatkan persenjataan hingga sumber daya militernya. Kemiliteran Israel menempati rangking ke-17 dari 137 negara yang dinilai oleh Global Fire Power, dengan index 0,2964 (0,0000 adalah nilai sempurna).

Personel militer di Israel sebanyak 65 ribu orang, dengan jumlah personel aktif 170 ribu, dan sisanya yatu 445 ribu orang cadangan. Israel memiliki 3 bidang di kemiliteran, yaitu angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut.

Penilaian angkatan udara didasarkan pada sistem paten maupun sistem rotasi di seluruh cabang pelayanan kemiliteran. Penilaian serangan diperoleh dari baik serangan tipe jamak maupun serangan khusus, sedangkan transportasi angkatan udara ditinjau dari pesawat taktis/strategis dan pesawat paten.

Total kekuatan angkatan udara Israel adalah 595, dengan jumlah penyerang 253 dan jumlah serangan 253. Israel memiliki 18 transportasi militer udara, dan jumlah helikopter 146, dan helikopter serang sebanyak 48.

Angkatan darat Israel memiliki 2,76 ribu tanker perang (rangking 8 di seluruh dunia), dengan kendaraan perang mencapai 6,5 ribu unit. Artileri otomatis 650 unit dan artileri derek/manual 300 unit. Angkatan darat Israel juga memiliki proyektil roket sebanyak 150.

Israel boleh jadi bergantung pada negara lain, seperti As dan Rusia, pada tahun 1900-an, tapi mulai tahun 2000-an sebagian besar perlengkapan perang, termasuk tangker, drone, dan persenjataan lainnya dihasilkan dalam negeri, dapat dilihat di Military Factory.

Angkatan Laut Israel memiliki total aset sebanyak 65, dengan 6 kapal selam, 4 corvet, dan 37 kapal patroli. Israel memproduksi minyak mentah untuk kebutuhan militer dan kebutuhan komersil dengan total produksi 390 barel/hari.

Konsumsi minyak untuk kebutuhan militer Israel adalah 240 ribu barel per hari. Israel mengimpor minyak dari luar negeri, dan saat ini diperhitungkan mereka memiliki cadangan minyak 12,73 juta barel.

Untuk menunjang kemiliteran, Israel memiliki angkatan kerja yang bergerak di bidang yang berkaitan dengan kemiliteran sebanyak 4.021 ribu personel. Ruas jalan di Israel mencapai 18,2 ribu km, jalur kereta api mencapai 975 km, dan bandara 47, serta 5 pelabuhan.

Meski dalam hal kuantitas tidak menonjol, kemiliteran Israel memiliki teknologi mutakhir yang kemudian dicontoh oleh negara-negara lain. Israel adalah salah satu negara pengekspor persenjataan militer canggih dengan pendapatan 6,5 miliar dolar AS per tahunnya.

Israel menguasai pasar pesawat pengintai atau drone global sebanyak 60 persen, sedangkan AShanya menguasai 25 persen, New York Post melansir. Rusia, Korea Sleatan, Australia, Perancis, Jerman, dan Brazil bergantung pada teknologi militer Israel.

Teknologi mutakhir Israel lainnya di bidang militer adalah Busur (Arrow) anti-misil. Menurut sejarah kuno, Israel adalah musuh bagi dunia Arab dan hal tersebut terbawa sampai hari ini, sehingga seringkali Israel mendapat serangan rudal dari Iran, Irak, dan Suriah.

Busur anti-misil Israel sebagian didanai oleh AS untuk mencegah rudal balistik jarak jauh, David Sling untuk mencegat roket dan rudal jelajah jarak menengah, dan Iron Dome yang telah terbukti dapat menangkal ratusan roket Katyusha yang ditembakkan dari jalur Gaza pada 2011, Jerusalem Post melaporkan.

Teknologi lainnya adalah robot pengawas perbatasan yang andal, satelit pengintai mini, hingga tangker mata-mata yang dapat bersembunyi di bawah tanah dan membuat pusing militer negara lain.

Baca juga artikel terkait ISRAEL atau tulisan lainnya dari Anggit Setiani Dayana

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Anggit Setiani Dayana
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yantina Debora