Katedral Notre Dame, Salah Satu Peninggalan Terbaik dalam Peradaban

Oleh: Adrian Samudro - 16 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Katedral Notre Dame Paris merupakan salah satu peninggalan terbaik dalam peradaban dunia.
tirto.id - Notre Dame, bangunan bersejarah ini tidak hanya sebagai yang terbesar dari katedral bernuansa Gotik dan arsitektur barat yang terkemuka, tetapi juga sebagai salah satu monument terbaik dalam peradaban kata pakar seni.

Konstruksinya dibangun pada abad ke-12 selama hampir 200 tahun, tetapi kemudian bangunan ini mengalami kerusakan dan diabaikan selama Revolusi Perancis, sebagaimana ditulis Associated Press.

Gereja ini baru mendapatkan perhatian setelah penerbitan novel Victor Hugo tahun 1831 yang berjudul “The Hunchback of Notre-Dame”, yang termasuk rekonstruksi penopang katedral dan bangunan puncak menara selama dua dekade.

Namun sayang, pada Senin (15/4/2019), gereja katedral ini mengalami kebakaran yang menyebabkan para pengagum seni arsitektur dan masyarakat Prancis berduka, tertegun dan tak berdaya mengetahui kejadian yang melanda katedral tercinta.

“Peradaban sangat rapuh,” kata kurator senior Museum Metropolitan Seni Abad Pertengahan di New York, Barbara Drake Boehm.

"Monumen batu raksasa yang luar biasa ini telah ada di sana sejak tahun 1163. Monumen ini mengalami begitu banyak cobaan,” kata Boehm.

"Ini adalah jiwa Paris, tetapi tidak hanya untuk orang Perancis. Untuk semua umat manusia, ini adalah salah satu monumen terbaik dari semua peradaban yang pernah ada,” katanya lagi.

Penyebab pasti dari kebakaran itu belum diketahui, tetapi media Prancis mengutip brigade pemadam kebakaran yang mengatakan bahwa kebakaran ini berpotensi dikaitkan dengan proyek renovasi 6 juta euro (6,8 juta dolar AS) pada menara gereja.


Sementara, kantor kejaksaan Paris masih menyelidiki dan menyatakan bahwa kasus ini sebagai kecelakaan.

Para ahli mencatat, Notre Dame merupakan bangunan berestetika yang rupawan selama berabad – abad, “Semuanya menyatu secara harmonis,” kata pakar arsitektur dan pendidik abad pertengahan, Nancy Wu.

Selain dari struktur, para ahli seni prihatin dengan nasib karya seni dan artefak yang tak terhitung nilainya di dalam, termasuk peninggalan seperti mahkota duri, yang hanya sesekali ditampilkan di sana.

"Katedral ini memiliki sejumlah elemen yang tidak hanya terkenal tetapi signifikan secara religius," kata profesor di sekolah arsitektur dan perencanaan di Universitas Katolik di Washington DC, Julio Bermudez.

"Salah satunya tentu saja adalah mahkota duri ... yang diyakini sebagai mahkota yang dikenakan Juruselamat di kepalanya. Itu disimpan di tempat yang sangat aman. Tetapi Anda tahu api itu bisa merusak,” kata Julio.

Baca juga artikel terkait GEREJA TERBAKAR atau tulisan menarik lainnya Adrian Samudro
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Adrian Samudro
Editor: Yantina Debora
Kontributor: Adrian Samudro