Kasus Politik Uang Marak, Yenny Wahid: Masyarakat Proaktif Melapor

Oleh: Alfian Putra Abdi - 17 April 2019
Kesadaran untuk melaporkan kasus politik uang menurut Yenny Wahid terkait dengan peningkatan kesadaran pemilih tidak menggadaikan hak pilih demi kemajuan bangsa.
tirto.id - Putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengatakan, kasus politik uang yang terungkap, karena kesadaran masyarakat terkait paham kebangsaan perlahan meningkat. Hal ini membuat politik uang tak efektif.

"Bahwa masih ada kasus-kasus money politics, tapi di sisi lain tetap sudah timbul kesadaran. Pada hakikatnya masyarakat mulai sadar, untuk tidak menggadaikan masa depan bangsa," ujar dia, usai memberikan hak suara di TPS 076 Ciganjur, Jakarta Selatan, (17/4/2019).

Menurut dia, masyarakat pun sudah ada yang proaktif melaporkan praktik-praktik politik uang yang terjadi di sekitarnya. Hal ini, kata dia, berkat pendidikan politik yang sudah berkembang di masyarakat.


"Sudah mulai timbul kesadaran bahwa proses demokrasi harus kita kawal, ini mahal sekali nilainya," ujar dia.

Ia juga mengapresiasi kinerja aparatur penegak hukum dan penyelenggara yang berhasil membongkar kasus serangan fajar menjelang pemilu.

"Saya berharap bahwa tidak lagi ada money politics dan saya mengapresiasi tindakan aparat yang langsung melakukan penegakkan hukum mengenai hal tersebut," kata dia.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggagalkan sejumlah ‘serangan fajar’ di berbagai daerah melalui operasi tangkap tangan (OTT) saat masa tenang Pemilu 2019, terhitung sejak Minggu-Selasa (14-16/4/2019).

Menurut rilis Bawaslu, per Selasa (16/4/2019) pukul 17.00 WIB, setidaknya terdapat 25 kasus terkait politik uang pada 25 kabupaten/kota di 13 provinsi.



Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Zakki Amali