Kampanye Makan Ikan Ganti Konsumsi Daging Sapi

Reporter: - 22 Juni 2016
Dibaca Normal 1 menit
Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan kampanye makan ikan untuk menggantikan daging sapi sebagai sumber protein bagi masyarakat di daerah itu.
tirto.id - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan kampanye makan ikan untuk menggantikan daging sapi sebagai sumber protein bagi masyarakat di daerah itu.

"Masyarakat mulai sekarang sebaiknya beralih mengonsumsi ikan untuk asupan protein seiring masih tingginya harga daging sapi di pasaran," kata Kepala Subbidang Distribusi Pangan BKPP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sumaryatin di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Sumaryatin, daging ikan laut tidak kalah dengan daging sapi, maupun daging ayam sebagai sumber protein. Khusus untuk ikan laut memiliki kekayaan kandungan Omega 3 lebih tinggi sehingga mampu merangsang pertumbuhan otak.

"Pada bulan Ramadan ini justru ikan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin A dan B kompleks," kata dia.

Menurut dia, ikan sebagai pengganti daging merupakan asupan protein yang patut dipertimbangkan mengingat harga daging sapi saat ini mencapai Rp115.000 hingga Rp120.000 per kg.

Di sisi lain, menurut dia, persediaan ikan laut maupun ikan tawar di DIY mencukupi, sehingga harganya relatif stabil dan tidak mengalami gejolak.

Sesuai pemantauan yang dilakukan BKPP di lima pasar induk di lima kabupaten, harga ikan lele rata-rata Rp23.000 per kg, nila merah Rp32.400 per kg, dan ikan gurami Rp40.000 per kg.

Menurut dia, kampanye makan ikan sebagai pengganti daging sapi dilakukan bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY melalui berbagai forum atau pertemuan warga.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo mengatakan di DIY tidak akan mengalami kekurangan persediaan ikan tawar maupun laut selama Ramadhan.

"Meski aktivitas penangkapan ikan agak terganggu dengan tingginya gelombang di Laut Selatan, tidak terlalu berpengaruh terhadap persediaan ikan," kata dia.

Ia mengatakan secara umum di DIY memang belum pernah mengalami kelangkaan ikan, sebab apabila persediaan ikan tidak mencukupi, langsung ditutup dengan pasokan dari luar daerah.

Menurut dia, guna memenuhi produksi ikan tangkap dan budidaya selama 2016 yang ditargetkan mencapai 106.800 ton maka aktivitas penangkapan ikan laut maupun budidaya di DIY rata-rata ditargetkan mencapai 290 ton per hari.

Sementara itu, kebutuhan masyarakat DIY terhadap ikan pada tahun ini diperkirakan mencapai 29,89 kg per kapita per tahun.

Baca juga artikel terkait SOSIAL BUDAYA atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara

DarkLight