STOP PRESS! Diduga Terlibat Plagiasi, Rektor UNJ Diberhentikan Sementara

Kadin Dorong Kerja Sama Indonesia dengan Belgia

Kadin Dorong Kerja Sama Indonesia dengan Belgia
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima Putri Astrid dari Kerajaan Belgia (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/3). Antara foto/yudhi mahatma.
Reporter: Damianus Andreas
14 September, 2017 dibaca normal 1:30 menit
Shinta mengungkapkan sudah ada tiga perusahaan perkapalan lokal yang akan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Belgia.
tirto.id - Indonesia dinilai memiliki potensi hubungan bilateral yang menguntungkan dengan Belgia. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (14/9/2017) siang.

Shinta menyatakan, Indonesia dan Belgia akan menjalin kerja sama di sektor kemaritiman dan perkapalan. “Belgia ini kan punya dua kapasitas, di satu sisi sebagai negara, di sisi lain sebagai pusat dari Uni Eropa. Untuk sektor maritim dan perkapalan itu, Belgia sangat besar di situ,” ujar Shinta.

Dalam waktu dekat, Shinta mengungkapkan sudah ada tiga perusahaan perkapalan lokal yang akan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Belgia. Dari situ, Kadin memproyeksikan Belgia bisa menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Eropa.

“Minyak kelapa sawit kita sedang sulit masuk Eropa. Kita mencoba agar bisa bersaing serta melobi negara-negara yang sekiranya bisa membantu, sehingga minyak kelapa sawit kita bisa diterima juga di pasar Eropa,” kata Shinta.

Realisasi investasi Belgia di Indonesia sendiri memang masih kecil. Pada 2016, nilainya hanya sebesar Rp9,85 miliar atau setara dengan 7,44 juta dolar Amerika. Capaian tersebut menurun 45,29 persen dibandingkan investasi yang terealisasi pada 2015.

Meski nilai investasi dan juga ekspor-impor antara kedua negara masih terbilang minim, Shinta berharap kerja sama yang terbangun dari sektor kemaritiman dan perkapalan bisa menjadi batu loncatan.

“Memang masih kecil sekali (nilai kerjasamanya), tapi kita punya potensi untuk bisa jadi lebih besar,” ujar Shinta lagi.

Upaya menjalin kerja sama dengan Belgia turut didukung oleh pemerintah. Seperti diungkapkan Shinta, pada Oktober mendatang Wakil Presiden Jusuf Kalla akan melakukan kunjungan ke Belgia dalam rangka menghadiri Festival Europalia dan juga mengadakan forum bisnis.

“Belgia memang hanya negara kecil, tapi kita juga harus memperhatikannya secara fokus dan spesifik,” ungkap Shinta.

“Harus ada success story-nya, agar dari situ mereka bisa juga membawa pengusaha-pengusaha lain,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani telah menekankan bahwa Belgia memang diproyeksikan menjadi mitra Indonesia dalam inisiatif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) 2018.

Dengan menjalin kerja sama dalam inisiatif tersebut, diharapkan total perdagangan antar kedua negara bisa meningkat dari nilai rata-rata selama ini, yakni sebesar Rp21,19 triliun.

“Kita melihat Belgia ini letaknya strategis dan memiliki salah satu pelabuhan terbesar di Antwerp,” ucap Rosan di Jakarta, Rabu (13/9) malam.

Baca: Indonesia-Belgia Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Baca juga artikel terkait HUBUNGAN BILATERAL atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - dam/ale)

Keyword