Menuju konten utama

Jokowi Pastikan Tanggul Penyebab Banjir Demak Segera Ditangani

Presiden Jokowi memastikan pemerintah berupaya menangani banjir Demak.

Jokowi Pastikan Tanggul Penyebab Banjir Demak Segera Ditangani
Warga naik perahu di depan rumah yang terendam banjir di Desa Ketanjung, Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2024). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/nym.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, pemerintah berupaya menangani banjir Demak. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk pengerjaan tanggul yang jebol dan memicu banjir.

"Kita harapkan dalam malam ini atau besok sudah bisa nutup. Memang airnya melimpah sangat besar sekali," kata Jokowi usai menonton pertandingan Indonesia vs Vietnam di GBK, Jakarta, Kamis (22/3/2024).

Jokowi tidak menjawab soal kemungkinan kunjungan kerja ke Demak. Namun ia mengatakan, pemerintah sudah membantu penanganan banjir Demak lewat BNPB.

"Kemudian PU langsung detik itu juga mengerjakan selama 3 hari penuh. Kemudian tutup. Tapi ini jebol yang kedua ini juga kerja siang malam dari Kementerian PU untuk segera menutup memang, ya memang hujannya intensitas sangat tinggi sekali," kata Jokowi.

Sejumlah wilayah pesisir pantai utara (pantura) Jawa Tengah dikepung bencana banjir sejak Februari 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat, ada sembilan daerah yang dilanda banjir sejak awal tahun ini meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kendal, Kota Semarang, Demak, Grobogan, Kudus, Jepara, dan Pati.

Ratusan ribu warga terdampak bencana ini dan sebagian masih menyandarkan nasib di pos-pos pengungsian. Salah satu wilayah yang tengah dilanda banjir parah saat ini adalah Demak. Bencana banjir melanda 11 kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berdampak pada 93.149 warga. Akibat bencana ini, sebanyak 22.725 warga dilaporkan harus mengungsi.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAWA TENGAH atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Flash news
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang