Jokowi: Pariwisata Serap Tenaga Kerja Paling Banyak

Oleh: Yuliana Ratnasari - 21 Agustus 2016
Dibaca Normal 1 menit
Presiden Jokowi menyatakan bahwa sektor pariwisata menyerap paling banyak tenaga kerja. Meski begitu, diperlukan adanya perubahan kultur masyarakat untuk menunjang perkembangan sektor tersebut.
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa meski memerlukan adanya perubahan budaya masyarakat, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja daripada sektor lain.

"Wisata paling banyak angkut tenaga kerja, tetapi memang perlu perubahan kultur masyarakat," kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat kawasan Danau Toba di Hotel Inna Parapat Simalungun, Sabtu (20/8/2016) malam.

Jokowi memandang, perubahan kultur diperlukan karena pada dasarnya masyarakat harus mampu melayani wisatawan yang datang ke kawasan itu.

"Saya berharap tokoh masyarakat, agama, dan adat bisa memberi pengarahan kepada masyarakat," kata Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan kawasan Danau Toba memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Kawasan itu sudah dikenal masyarakat internasional.

Akan tetapi, beberapa tahun terakhir ada penurunan citra dan branding sebagai kawasan wisata. Untuk itulah,Jokowi menambahkan, Danau Toba menjadi salah satu dari 10 destinasi yang pengerjaannya diatur lewat keputusan presiden.

"Yang kita kembangkan di sini adalah ekoturisme, juga di zona otoritas akan dibangun tempat meeting, konferensi dan pameran yang akan cakup 600 hektare dan juga akan lebih diperkuat karakter dan nilai budaya, warisan budaya yang ada di Pulau Samosir. Itu akan menarik untuk diangkat sebagai warisan budaya dan tujuan wisata," kata Jokowi.

Menurut Presiden, untuk pengembangan kawasan Danau Toba, pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas Bandara Silangit.

"Saya perintahkan Menhub [Menteri Perhubungan] dan Angkasa Pura agar runway diperlebar dan diperpanjang. Saya minta agar terminal dalam seminggu diruntuhkan dan akhir tahun ini harus selesai yang baru," katanya.

Ia juga memerintahkan Garuda Indonesia untuk terbang ke Bandara Silangit tiga kali, baik isi maupun kosong.

"Patut kita syukuri penumpang selalu penuh sehingga ada penerbangan tiap hari yang tidak hanya dilakukan oleh Garuda, tetapi ada yang lain, seperti Sriwijaya dan Wing Air,” papar Jokowi.

Ia juga menyebutkan saat perencanaan pembangunan terminal Bandara Silangit hanya untuk menampung 150.000 orang penumpang per tahun.

"Akan tetapi, dalam perkembangannya saat ini, yang dibutuhkan berkapasitas 180.000 orang per tahun," katanya.

Pemerintah, tambah Jokowi, akan membangun Taman Bunga berkelas internasional untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata.

Jokowi juga berharap masyarakat di sekitar Danau Toba menanam pohon untuk menjaga kualitas lingkungan.

"Tadi siang saya sudah tanam. Targetnya 300.000 per kabupaten, satu juta per tahun untuk semua kabupaten. Kita tidak ingin air Danau Toba berkurang karena degradasi lingkungan," katanya.

Mengenai karamba di Danau Toba, Presiden mengatakan, "Tidak bermaksud menghapusnya. Perlu penanganan dampak yang menyebabkan polusi dengan cara mungkin ada instalasi pengolah air limbah."

Baca juga artikel terkait PARIWISATA NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight